Tak Kreatif Nyontek #2019GantiPresiden, cuma Tambah dan Coret


Yang asli (kiri) dan yang KW (kanan)
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-“Telah muncul tandingan gerakan #2019GantiPresiden, yakni gerakan ‘Coret Ganti Presiden’. Pertarungan dimulai, siapa yang terkuat?”

GERAKAN Coret Ganti Presiden baru saja lahir. Gerakan ini memang secara eksplisit dinyatakan untuk menandingi #2019GantiPresiden, yang lebih dulu bergema di dunia nyata maupun dunia internet.

Gerakan Coret Ganti Presiden dicetuskan oleh Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. Produk gerakan ini adalah kaus, persis seperti produk fisik yang paling terkenal dari #2019GantiPresiden.

Di kaus itu tertulis “Gerakan coret ganti Presiden-#2019JokowiGanti(coret)Presiden-#GeCeGePe-Anti Kampret.” Warna kausnya hitam dengan aksen tulisan merah. Coraknya hampir-hampir mirip dengan corak kaus #2019GantiPresiden.

“Iya, untuk meredam gerakan itu. Saya sedang siapkan di 34 provinsi,” ucap Inas, Rabu (6/6/2018).

Dia membuat kaus itu dengan desain dan biaya sendiri. Kaus itu diperuntukkan bagi siapa saja yang mau, “termasuk senior PAN Amien Rais”, sindirnya.

Adapun #2019GantiPresiden kini sudah semakin sering dibicarakan. Mundur ke awal April 2018, saat itu gerakan tagar kontra-kandidat capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mulai membahana. Tagar #2019GantiPresiden digerakkan di ranah offline lewat pencetakan kaus maupun lewat online.

Aksi #2019GantiPresiden di Car Free Day Jakarta dan pemasangan spanduk di berbagai tempat juga sempat membuat mata masyarakat terbelalak. Ada juga pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) yang menuai kontroversi.

Gerakan ini juga punya lagu #2019GantiPresiden, diciptakan oleh Sang Alang dan dibawakan ulang oleh sederet politikus, musisi, dan artis. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera adalah orang yang menonjol dalam gerakan ini, termasuk ikut rekaman ulang lagu ciptaan Sang Alang itu. Selain Mardani, ada Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon hingga senior PAN Amien Rais yang ikutan.

“Kami kian yakin #2019GantiPresiden,” kata Mardani kepada detikcom, Rabu (6/6-3018).

Soal lagu pergerakan, Inas dari Hanura juga punya tandingannya. Ada lagu bertajuk ‘Kampret Pengen Ganti Presiden’ dan lagu ‘Dia Bekerja untuk Kita’ ciptaan Inaz.

“Lagu ‘#2019GantiPresiden’ ditenggelamkan oleh kemunculan lagu ‘Kampret Pengen Ganti Presiden’ dan lagu ‘Dia Bekerja untuk Kita’ ciptaan saya. Oleh karena itu, demi menaikkan tangga lagu mereka tersebut, maka didaur ulanglah dengan suara artis sumbang AR (Amien Rais) dan FZ (Fadli Zon),” kata Inas.

Pertarungan dan Kekuatan

Akan menarik untuk disimak bila pertarungan berlangsung secara sportif lagi kreatif. Misalnya pertarungan adu lagu, adu gagasan, atau diskusi rasional. Pertarungan akan tidak asyik bila diwarnai ujaran kebencian, konflik SARA, kekerasan, hingga persekusi.

Soal kekuatan di jagat internet, teramati dari Google Trends sejauh ini, Rabu (6/6/2018), tagar #2019GantiPresiden lebih kuat ketimbang Coret Ganti Presiden.

#2019GantiPresiden mencapai puncak pada April dan Mei. Adapun kata kunci Coret Ganti Presiden sama sekali tak terlihat dinamikanya di grafik Google Trends.

Pada gerakan ‘Coret Ganti Presiden’, terdapat tagar yang dicantumkan, yakni #GeCeGePe. Ternyata tagar #GeCeGePe juga tak menunjukkan hasil yang signifikan di grafik Google Trends alias datar-datar saja. *BNTime/dtc 

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.