Memilih Pemimpin Menurut Perspektif Islam


Latarbelakang Istana Qadriyah, Istana Kerajaan Pontianak.
[ A+ ] /[ A- ]

Memilih Pemimpin Menurut Perspektif Islam

“Dengan berlalunya Ramadhan, maka selesailah tugas kita dalam memenuhi panggilan Allah untuk melaksanakan ibadah puasa. Selanjutnya mari kita mempersiapkan diri memenuhi panggilan Negara untuk memeriahkan pesta demokrasi, yakni Pemilukada serentak walikota/wakil walikota serta gubernur/wakil gubernur pada Rabu (27 Juni 2018) – yang  antara lainnya untuk kota Pontianak dan provinsi Kalimantan Barat. Guna memimpin 5 tahun ke depan.”

DEMIKIAN disampaikan oleh Drs.H.Hamdani, khatib sholat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, Jumat (15 Juni 2018) di lapangan terbuka Jl.Rahadi Oesman sekitar Balaikota Pontianak.

Dalam khotbah bertajuk ‘Memilih Pemimpin Menurut Perspektif Islam’  Ustadz Hamdani antara lain secara ringkas menguraikan tentang kewajiban ibadah puasa dan kewajiban memilih pemimpin.

Dalam kondisi negara dan bangsa kita masih semacam sekarang ini; kesejahteraan masih belum merata, pengangguran dan kemiskinan masih ada di mana-mana, utang makin terus menumpuk, tentu terkait erat dengan kedudukan dan peran pemimpin.

Dalam pandangan Fiqh Siyasah (Fiqh Politik), pemimpin menempati posisi yang amat vital, tidak boleh ada satu komunitas muslim yang tanpa  Islampemimpin, walaupun komonitas itu hanya terdiri dari beberapa orang. Kendati hanya tiga orang dalam melakukan perjalanan, diperintahkan untuk mengangkat satu diantaranya untuk menjadi pemimpin.

Berbondong-bondonglah ke TPS, seru Ustadz Hamdani, untuk memberikan suara. Niatkan apa yang kita lakukan demi kemaslahatan umat Islam, maka itu menerapkan bagian dari JIHAT FISABILILLAH kita. Insya Allah akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT.

Kita tentukan siapa yang akan kita pilih. Sebagai orang yang beriman, pilihan kita terhadap calon pemimpin tentu dengan penuh pertimbangan.

Kita tentu tidak akan memilih pemimpin yang cacat moral, yang korup, hanya obral janji, apalagi menggunakan money politik sebagai upaya untuk menyapai kemenangan.

Jika kita menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya, maka Insya Allah kita akan mendapat pemimpin yang baik sesuai dengan perspektif Islam.

Adapun calon pemimpin yang memenuhi syarat menurut Fiqh Siasah adalah beragama Islam, mutlak! Tidak boleh ditawar-iawar! Islam melarang memilih pemimpin non muslim!

Kita tidak boleh main-main! Allah melarang melakukan perzinahan lewat 5 ayat saja, melarang minum minuman keras lewat 3 ayat saja, melarang makan daging babi lewat 4 ayat saja. Akan tetapi Allah melarang memilih pemimpin non muslim sampai menggunakan 19 ayat Al Qur’an.

Baca juga: Mereka yang Diharapkan Memberikan Nuansa Baru Nan Aman Tenteram untuk Kalbar dan Kota Pontianak

Kalau zina, minum minuman keras, dan makan daging babi, dampaknya hanya akan menimpa orang yang melakukan, tapi memilih pemimpin non muslim dampaknya sangat luar biasa bagi agama Islam dan umat Islam.

Salah satu ayat yang melarang kita memilih pemimpin non muslim adalah Q.S Al Maidah ayat 51, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin, mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa diantara kamu yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka dia telah termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang yang zalim.”

Jelas menurut ayat di atas, Allah melarang kita memilih orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin, karena mereka Yahudi dan Nasrani itu selalu bergandengan tangan untuk menghancurkan Islam. Contoh konkrit di depan mata kita sudah tak terhitung banyaknya.

Yang lebih berat lagi adalah mereka yang memilih pemimpin non muslim, mengajak pula orang lain mengikuti jejaknya. Langkah yang mereka lakukan ini, jelas Ustadz Hamdani, sama dengan langkah-langkah setan! (Al Qur’an surah Albaqarah 168-169: Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, setan itu selalu menyuruh kamu berbuat jahat dan keji dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah)

“Kepada kedua kelompok itu, yakni kaum muslimin yang akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin non muslim dan yang mengajak orang lain untuk mengikuti jejaknya memilih pemimpin non muslim, saya mengajak urungkan niat Anda. Ingat bumi yang Anda pijak adalah bumi Allah, udara yang Anda hirup adalah milik Allah, rezeki yang Anda miliki dating dari Allah. Alangkah zalimnya Anda kalau masih tega melanggar larangan Allah. Sebanyak apapun uang yang Anda dapatkan dan setinggi apapun jabatan yang bakal diberikan kepada Anda, semua itu tidak akan seimbang dengan azab yang bakal diberikan Allah kepada Anda, dan Anda akan dicatat sejarah sebagai orang yang berkhianat kepada Islam. Ingat, jangan coba-coba melawan Allah, Anda pasti akan kalah! Sekali lagi, Anda pasti akan kalah!” seru khatib Drs.H.Hamdani di hadapan ratusan ribu muslimin-muslimah sholat Idul Fitri 1439 H di lapangan terbuka Jl.Rahadi Oesman, Kota Pontianak. Bertindak selaku Imam adalah ustadz Syahdan Rasyid. *BNTime



Komentar anda:

komentar



(Visited 30 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *