Di Pilkada 2018, PDIP Tumbang di 11 Provinsi ini…


Ilustrasi (foto:berita360.com)
[ A+ ] /[ A- ]

“Direktur Eksekutif Center Budget Analysis (CBA) Chok Sky Khadafi menilai, kekalahan kali ini  merupakan keberlanjutan dari kekalahan-kekalahansebelumnya yang telah dialami PDIP dalam ajang Pilkada. Setelah sebelumnya, lanjut Uchok, PDIP mengalami kekalahan di 44 daerah yang mengikuti pilkada serentak pada 2017”.

 IA MENGATAKAN, kekalahan yang dialami PDIP, tak semata karena adanya faktor ‘Ahok Effect’ semata. Namun, kata dia, terdapat banyak faktor lainnya.

“Bukan hanya persoalan lalu, terkait Ahok Effect, yang menjadi beban Politik PDIP dalam konteks banyak kalah calon kepala daerahnya yang diusung oleh PDIP. Kekalahan tersebut bisa juga karena salah satu faktornya karena ngototnya PDIP,” katanya di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Selain itu, lanjut dia, faktor kekalahan tersebut yang dominan adalah faktor presiden Jokowi atau ‘Jokowi Effect’ yang dinilai sebagai petugas partai PDIP gagal meraih simpati publik dengan berbagai kebijakannya saat ini.

“Selama ini, kenaikan harga daging, cabai, bahan pokok lainnya, bahkan nilai dollar, tidak ditangani dengan cepat. Tapi ada kesan, kenaikan harga ini dibiarkan saja, diserahkan ke mekanisme pasar, dan mencekik rakyat miskin,” ungkap di

Artikel terkait: Ditinggalkan Umat Islam, PDI-Perjuangan Kedodoran

 Di Pilkada 2018, tiga provinsi lain di Jawa memilih pemimpin barunya. Tiga daerah itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Berdasarkan hasil quick count, PDIP kalah di dua daerah dan hanya merasakan kemenangan di Jateng.

Pasangan yang diusung PDIP di Pilgub Jabar adalah Tb Hasanuddin-Anton Charliyan. Quick count berbagai lembaga menunjukkan pasangan itu ada di urutan buncit.  Di Pilgub Jatim, PDIP mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno. Berdasarkan hasil quick count, pasangan tersebut kalah oleh Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Kemenangan hanya dirasakan PDIP di Pilgub Jateng. Ganjar Pranowo-Taj Yasin mengalahkan Sudirman Said-Ida Fauziah di quick count berbagai lembaga survei.

Berdasarkan hitung cepat atau quick count Pilkada 2018 sejumlah lembaga survei, calon gubernur yang diusung PDIP kalah di 11 provinsi dari 15 provinsi. Sementara itu, tidak ada lembaga survei yang menggelar quick count di Maluku Utara dan Papua.

Dari 15 provinsi yang memiliki hasil quick count, PDIP hanya menang di empat daerah yaitu Pilgub Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Selatan dan Maluku. Sedangkan pasangan calon yang diusung PDIP kalah di sejumlah provinsi di antaranya, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Lampung.

Berikut adalah daftar pasangan calon gubernur usungan PDIP yang keok dalam Pilkada 2018 versi quick count:

  1. Sumatera Utara: Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus
  2. Riau: Andi Rachman-Suyatno
  3. Sumatera Selatan: Dodi Alex Noerdin-Giri kiemas
  4. Lampung: Herman Hasanusi-Sutono
  5. Jawa Barat: TB Hasanudin-Anton Charliyan
  6. Jawa Timur: Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno
  7. NTB: Ahyar Abduh-Mori Hanafi
  8. NTT: Marianus Sae-Emiliana Nomleni
  9. Kalimantan Barat: Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot
  10. Kalimantan Timur: Rusmadi Wongso-Safaruddin
  11. Sulawesi Tenggara: Asrun-Hugua

Faktor Ketokohan

Sementara itu, PDIP punya analisa terkait kekalahan tersebut. Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, mengungkapkan, PDIP sedang mengawal tentang data manual.

“Nah kalau data manual itu lambat sekali. Jadi kalau versi quick count memang seperti itu ya (kalah di 11 pilgub), tadi aku lihat juga di analisa beberapa media,” kata Eva di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan merupakan 5 dari 11 provinsi yang tak dimenangkan PDIP. Menurut Eva, faktor ketokohan calon yang diusung hingga popularitas menjadi penyebabnya.

“Mungkin karena ketokohan yang nggak pas, strategi kampanye yang nggak pas, tapi ini by case ya,” ucapnya.

Sementara, Sektretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tak pesimistis melihat hasil quick count beberapa lembaga survei yang menempatkan dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur usungannya keok di Jawa. PDIP ingin menunggu hasil resmi pemilihan kepala daerah ini dari Komisi Pemilihan Umum.

Menurut Hasto, indikasi menang dan  kalah dalam demokrasi adalah hal biasa. “Tetapi, rekapitulasi sesungguhnya tetap berdasarkan perhitungan KPU,” kata Hasto di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Rabu, (27/6/2018). *BNTime/HunTer  

(Visited 52 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.