Pilah Pilih 200 Pencermah Bisa Pecah Belah Umat Tengku Zulkarnain: Kemenag Jangan Serakah


Tengku Zulkarnain / Youtube
[ A+ ] /[ A- ]

Pita-bagikan

logo-bnt-“Daftar 200 nama penceramah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) terus memicu polemik. Banyak pihak menilai hal itu bisa memecah-belah bangsa.”

HAL itu dikarenakan ada sejumlah nama d’ai yang disukai masyarakat tak masuk. Salah satunya Ustadz Abdul Somad.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain angkat bicara.

Ia merasa, apa yang sudah dilakukan kementerian pimpinan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin itu sudah overlap (tumpang-tindih) dengan meng-take over kewenangan yang dimiliki MUI, yakni dalam bidang sertifikasi ulama yang menjadi tanggungjawab MUI.

“Serahkan sama MUI. Jangan serakah, semua diambil!” kata Zulkarnain saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (20/5/2018).

Zulkarnain menegaskan, ada 60 organisasi kemasyarakatan Islam di bawah MUI.

Dengan begitu ia menilai MUI adalah lembaga yang lebih berwenang mengeluarkan daftar rekomendasi penceramah ketimbang Kemenag.

“Kemenag itu yang mengurus banyak agama, bukan hanya mengurus agama islam. Jadi, untuk urusan ormas Islam MUI, semua kan ada di MUI,” tegas Zulkarnain.

Oleh karena itu, Zulkarnain mempertanyakan terkait 200 ulama yang direkomendasikan dari Kemenag.

Ia menganggap hal itu akan menimbulkan polemik baru diantara para ulama.

“Ini juga menimbulkan pengotak-kotakan ulama. Sangat berbahaya nanti ada ulama versi pemerintah, ulama anti-pemerintah ini kan nggak bagus,” tegas Zulkarnain.

Lebih lanjut, Zulkarnain menyebut apa yang telah dikeluarkan Kemenag itu merupakan langkah yang salah

Sebab menurutnya setiap ulama memiliki kontribusi untuk membangun NKRI.

“Jangan karena dianggap radikal kemudian disingkirkan dari kancah NKRI. Ulama yang agak keras ini pun karena demi NKRI juga jangan terpecah-belah,” pungkasnya. *BNtime/PS       



Komentar anda:

komentar



(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *