Massa dari Pontianak dan Kubu Raya Memburu Achiang yang Sebut “90 Persen Pribumi Budak Cina”, Akhiang yang Berdarah-darah


[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-“Achiang yang berulah di akun Facebook-nya, Akhiang yang  jadi korban berdarah-darah dihakimi massa. Diduga salah sasaran terpaut nama Achiang dengan Akhiang alias Tan Hok Ngie (51).”

PERISTIWA bermuara dari postingan Achiang di akun Facebook miliknya yang melontarkan ujaran kebencian begini:  “70% ekonomi indonesia digerakkan oleh cina,,,apa yg mesti ditakutin, 90% pribumi jadi budak cina,,,mau makan apa kalian nanti wkwkwkw bs mati perlahan lahan,” Selasa (1 Mei 2018)

“Tenang nanti p3milu kami sdh siapkan nasi bungkus cukup banyak buat kalian,,, plus uang Rp50 rb disetiap bungkusannya terselip di karet buakakakaka,” lanjut tulisannya.

Achiang melontarkan ujaran bernuansa penuh kebencian tersebut sebagai komentar di akun Facebook Dendi Fitriadi yang lalu di-screenshot Dendi di grup FB Pontianak Informasi (PI) full foto profil Achiang. “Akun Achiang,, tinggal dikota pontianak,,yg mengtakan pribumi menjadi budak cina,,segera cari dan adili,,Wanted,” tulis Dendi Fitriadi.

Postingan tersebut menyulut amarah massa dari Kota Pontianak dan Kubu Raya – Kabupaten yang bersebelahan dengan Kota Pontianak ini. Sekelompok orang pun bergerak memburu Achiang yang diperkirakan merupakan warga Kubu Raya.

Didapatlah alamat orang yang diduga bernama Achiang tersebut, di sebuah Ruko yang merupakan Rumah Makan Vegitarian di Jl.Siaga, Sungai Raya – ibukota Kab.Kubu Raya.

Di Ruko itulah orang yang diduga bernama Achiang si pemilik akun Facebook yang melecehkan etnis Melayu (pribumi), diminta keluar dan dihajar berdarah –darah oleh beberapa orang, meskipun korban menyebut dirinya Akhiang bukan Achiang si pemilik FB yang dicari, sementara isteri dan dua anak korban tak berdaya cuma menjerit-jerit minta tolong. Korban dan keluarga sebenarnya bukan warga Jl.Siaga, tapi warga Gang Teratai putih, di Jl.Siaga hanya tempatnya membuka usaha makanan vegetarian selama lima tahun terakhir.

Achiang-Pengujar-Kebencian di FB

Setelah massa meninggalkan tempat, barulah ada warga sekitar yang berani mendekat dan memberikan pertolongan. Korban yang luka parah akibat pukulan benda tumpul dilarikan ke rumah sakit terdekat yang kemudian di rujuk ke RSU Kharitas Bhakti Pontianak karena luka-lukanya cukup serius.

Peristiwa pengeroyokan yang bertepatan dengan Hari Buruh 1 Mei 2018 itu, kini sudah ditangani oleh pihak Polresta Pontianak. Sementara itu Lily isteri korban membantah keras suaminya yang bernama Akhiang itu adalah Achiang pemilik akun FB yang diincar massa. “Mana mungkin, suami saya kan sudah tua, sedangkan Achiang yang buat hal masih muda,” ujar isteri korban.

Terpisah, dikutip BNTime dari koran harian Rakyat Kalbar yang terbit di Pontianak hari ini, Kamis (3 Mei 2018), Kapolresta Pontianak – AKBP Wawan Krisyanto menuturkan, pihaknya sedang mendalami kasus penganiayan tersebut dengan pemeriksaan saksi-saksi dan salah seorang yang diduga sebagai pelaku juga.

Motif penganiayaan, kata AKBP Wawan, diduga karena kesalahfahaman, karena wajah korban yang mirip dengan pemilik akun FB yang menuliskan berunsur ujaran kebencian. Pihaknya, jelas Wawan, akan melakukan penegakan hukum di-back-up Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Kalbar

“Kita masih dalami penyelidikan, kalau ada perkembangan, kita akan informasikan segera,” ujarnya. *BNTime

 

 

(Visited 16 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.