Keroyok Mahasiswa Demo, Dahnil Anzar: Polisi Keterlaluan


Polisi Sikat Mahasiswa sampaikan aspirasi "keterlaluan" (foto:istimewa)
[ A+ ] /[ A- ]

Pita-bagikan

logo-bnt-“Ketua PP Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak kecewa dengan oknum kepolisian atas tindakan represif terhadap sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi 20 Tahun Reformasi di depan Istana Negara, Senin (21/5-2018).”

DAHNIL menyatakan kekecewaannya melalui akun Twitternya, @Dahnilanzar yang menyebut tindakan aparat penegak hukum ‘keterlaluan’. Bahkan ia sempat menuliskan pertanyaan terkait cara menangani aksi-aksi mahasiswa.

Keterlaluan. Masih ada yg begini menangani Demo Mahasiswa? @pppemudamuh @siputrabatubara,” kata Dahnil dikutip dari akun twitternya, Rabu (23/5).

Pernyataan Dahnil pun mendapat beragam komentar dari warganet. Tak sedikit mereka ikut mengecam sikap polisi yang dinilai arogan terhadap mahasiswa.

Kekerasan aparat ke warga sipil gk bisa di benarkan ttp. Tp gk bisa menyimpulkan cuma liat dri foto ini doang. Harus tau akar permasalahannya jg. Sedangkan disini gk di jelasin awal perkaranya,” komentar @marwanwae

Yg nendang mahasiswa itu, mau ngga anaknya ditendang ya, smg bpk yg nendang dpt balasannya nanti didunia n akhirat,” @RahmadiAmi

Meski demikian, ada pula warganet yang menyebut polisi tidak akan bersikap represif, bila mahasiswa tidak memancing-mancing adanya bentrokan.

Kalo demonya berjalan normal, polisi juga wajar aja mengawalnya. Ternyata setelah baca berita, pendemo membakar ban dan merangsek barikade petugas. Provokasi kayak gitu bikin polisi kepancing. Pinter nih playing victim ????????????,” tulis @arifdadot.

Sebelumnya, aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO cabang Jakarta terkait “Refleksi 20 tahun Reformasi berujung bentrok dengan petugas kepolisian di Istana Negara. Akibatnya, tujuh orang peserta demo dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan karena pukulan aparata polisi.

Baca Artikel terkait: *Aktivis HMI Ditangkapi, Ditendang dan Dipukuli ala Orde Baru, Polisi Makin Arogan, Relawan Makin Tak Simpati pada Jokowi
*HMI Tuntut Keadilan 7 Rekannya yang Parah Digebuk Polisi Beramai-ramai
*Aktivis HMI Ditendang Dan Ditangkap, Fadli Zon: Kebebasan Berpendapat Mau Diberangus Rezim

.

Ke tujuh mahasiswa yang tergabung dalam HMI tersebut yakni Al Azhar Musa (Ketua Cabang HMI MPO), Irfan Maftuh (Korlab Aksi/ketua umum Front Nasional MPI), Arnol (HMI MPO), Ahmad Kerley (HMI MPO), Alfian (HMI MPO), Arif Ibnu Halim (HMI MPO) dan Lucky Mahendra (HMI MPO). * BNTime/akr  

(Visited 16 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.