Terungkap Bocorkan Pertemuan, Istana Berupaya Melemahkan Kekuatan 212. Politisasi Gagal, 212 Makin Solid


Jumpa pers Persaudaraan Alumni 212, Rabu 25/4-2018 (Ist)
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-Pihak istana berupaya melemahkan kekuatan 212 dengan membocorkan pertemuan dengan petinggi alumni 212, setelah melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Minggu (22/4/2018).”

DEMIKIAN dikatakan pengamat politik Muhammad Huda kepada suaranasional, Kamis (26/4), dikutip inews. “Pasca pertemuan bocor beberapa elit pendukung Jokowi mengopinikan 212 mendukung Jokowi,” ungkapnya.

Seperti ditanggapi oleh Politisi PDIP – Eva  Kusuma Sundari, menilai wajar pertemuan Alumni 212 dan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, alumni gerakan tersebut sebagian sudah menyadari bahwa Jokowi pemimpin yang baik.“212 sendiri kan pecah. Aku melihatnya sebagian dari mereka sudah paham bahwa Pak Jokowi is a good man he’s working very hard for the nation. Jadi posisi mereka sebagian sudah sadar dan merapat ke Pak Jokowi,” ujar Eva kepada rilisid di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Eva mengatakan, sudah ada sinyal komunikasi yang baik dari gerakan yang dipimpin Habib Rizieq dengan pemerintahan Jokowi.

Namun Sekretaris Tim Sebelas Alumni 212 Muhammad Al Khaththath  dengan tegas menepis isu beredarnya dukungan alumni 212 terhadap Jokowi terkait pertemuan di istana tersebut.

Sementara  Muhammad Huda mengatakan, kekuatan 212 makin solid dengan bocornya pertemuan elit 212 dengan Jokowi tersebut. “Artinya Jokowi dan Istana tidak jujur agar pertemuan itu dirahasiakan, ternyata disebarkan,” ungkap Huda. Seperti diketahui semua telepon genggam para ulama dikumpulkan petugas, tidak boleh dibawa masuk. Jadi diduga ada ‘orang dalam’ yang membuat viral foto pertemuan itu.

Kata Huda, saat ini kekuataan 212 sangat diperhitungkan dan menginginkan ganti presiden 2019. “Makanya istana berupaya memecah dan melemahkan,” jelas Huda.

Sedangkan Ketua Tim 11 Ulama Alumni 212, Misbahul Anam mengungkapkan, pertemuan itu bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait kasus-kasus kriminalisasi para ulama dan aktivis alumni 212.

“Pertemuan tersebut diharapkan agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212, serta mengembalikan hak-hak para ulama dan aktivis 212 korban kriminalisasl sebagai warga negara,” ujar Misbahul dalam konferensi pers di Restoran Larazeta, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Menurut Anam, para ulama dari Tim 11 yang hadir pada waktu itu juga telah menyampaikan berbagai harapan dan penjelasan terkait masalah kriminalisasi ulama dan aktivis 212 secara apa adanya.

Sekretaris Tim Sebelas Alumni 212 Muhammad Al Khaththath menegaskan pertemuan tokoh alumni 212 dengan presiden Jokowi tidak ada kaitannya dengan Pilpres.

“Kita tidak mengenal suhu politik ya, pasti kita fokus untuk menyampaikan informasi tentang kriminalisasi. Tidak ada kaitannya dengan suhu politik,” kata Al Khaththath di Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

Bahkan, kata Al Khaththath, dengan tegas ia menepis isu beredarnya dukungan alumni 212 terhadap Jokowi terkait pertemuan di istana tersebut.

“Dalam pertemuan itu tidak ada dukung-mendukung, ini murni untuk kriminalisasi ulama,” tegasnya.

*Baca juga Artikel > 26 April 2018 > Sudut Pandang : Itikat Baik HRS Dibalas Air Tuba

Seperti diketahui Presiden Jokowi mengundang sejumlah ulama 212 ke Istana Bogor pada Minggu (22 April 2018).

Dikabarkan pertemuan itu semula diminta untuk dirahasiakan namun akhirnya bocor ke publik. *BNTime/iNews/snc/rls/psi

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.