Pengurus Wilayah Kritik Jokowi Jadi Tersangka, Begini Sikap Majelis Nasional KAHMI


MN-KAHMI
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-“Sekretaris Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Maluku Utara, Hasby Yusuf ditetapkan jadi tersangka lantaran menyampaikan kritik terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial, twitter.”

 MENANGGAPI itu, Majelis Nasional (MN) KAHMI meminta seluruh pengurusnya dan juga kader HMI tetap menjaga nalar kritisnya meskipun ada kasus tersebut.

“MN KAHMI mengimbau kepada kader HMI dan Anggota KAHMI agar tetap memelihara sikap kritisnya terhadap penyelenggara negara yang dilakukan secara cerdas, konstruktif dan persuasif,” kata Ketua Presidium MN KAHMI, Siti Zuhro, melalui pernyataan sikap yang ditandatanganinya bersama Sekjen, Manimbang Kahariady, di Jakarta, Jumat (27/4-2018).

Wiwik, sapaan akrabnya, mengatakan sistem demokrasi di Indonesia telah menjamin kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat. Sehingga, kritik terhadap pemerintahan juga merupakan bagian dari proses menghidupkan demokrasi tersebut.

“Kritik cerdas warga tersebut tidak dapat dimaknai sebagai kebencian terhadap aparat pemerintah,” ujarnya.

Terkait dengan kasus Hasby, MN KAHMI memastikan akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Kasus itu, menurut Wiwik, juga menjadi keprihatinan KAHMI.

“MN KAHMI menyatakan keprihatinan atas penahanan saudara Hasby Yusuf, dan mendesak agar aparat kepolisian bersikap profesional dan proporsional dalam penegakan hukum,” tandasnya.

Sebelumnya, Hasby menyampaikan kritikan kepada Jokowi soal bagi-bagi sembako melalui aku twitternya @HasbyYusuf3. Dia menyebut rendahnya kualitas kepala negara yang sampai turun langsung membagikan sembako menggunakan tas kresek.

*Baca Artikel Terkait > 25 April 2018 > Hukrim: Kritik Jokowi Soal Bagi-bagi Sembako, Pengurus KAHMI Jadi Tersangka

 “Bagi-bagi sembako menjelang pilpres menunjukkan rendahnya kualitas kepala negara. Cukup pak kades yg bagi-bagi sembako. Kepala negara urusnya stok pangan nasional bukan tas kresek,” cuitnya.  *BNTime/Rilis



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *