Ketua DPR Tolak Rencana Pemerintah untuk Blokir Facebook


Bambang Soesetyo
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - CopyAkibat kebocoran data di media sosial, Pemerintah Indonesia berencana memblokir media sosial Facebook. Namun  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menentang rencana tersebut.”

BAMSOET menegaskan, selain tidak solutif tindakan pemerintah itu bakal timbulkan masalah baru.

“Blokir tidak akan bisa menyelesaikan akar masalah yang sesungguhnya. Impact yang ditimbulkan justru semakin buruk,” kata politisi Partai Golkar yang akrab dengan sapaan Bamsoet itu di Jakarat, Selasa (10/4-2018).

Bamsoet pun meminta pemerintah untuk tidak asal blokir, namun harus fokus ke win-win solution. Alasannya, Facebook sudah memberi banyak manfaat untuk masyarakat.

Selain itu, banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan unit usaha kecil lainnya yang bertumpu pada media sosial ciptaan Marck Zuckerberg tersebut. Masyarakat membuat “lapak” digital untuk melakukan transaksi dari komoditas yang terdekat dengan mereka.

“Di saat negara belum bisa memberikannya, Facebook sejak awal sudah mampu memberikan ‘marketplace’ sederhana untuk rakyat mengembangkan usaha. Mereka tak hanya bertransaksi tapi juga promosi dan membangun reputasi dari sana. Masak semuanya harus gulung tikar karena persoalan kebocoran data?” ujarnya.

Menurut Bamsoet, kini sudah banyak pilihan marketplace di Indonesia. Transaksi juga jauh lebih aman daripada Facebook yang cuma sekadar media sosial.

“Tapi dengan populasi pengguna Facebook dari Indonesia yang begitu besar, sekitar 130 juta akun atau enam persen dari user global, UMKM tidak akan pernah bisa meninggalkan Facebook sepenuhnya karena dia sudah menjadi pusat aktivitas digital masyarakat,” bebernya.

Ditambahkan lagi dalam persoalan kebocoran data pengguna adalah masalah serius. Dan Facebook selama ini tak pernah transparan. Baru setelah data pengguna bocor dan dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica, praktek tak terpuji Facebook selama ini terbongkar.

“Tapi juga harus tetap mendudukan persoalan. Data seperti apa yang bocor? Data pengguna yang bocor bukan NIK, Nomor Kartu Keluarga, foto-foto, atau chat log. Yang bocor adalah data yang memang sudah disetel untuk publik,” tuturnya.

Kendati demikian, Bamsoet menambahkan, semua data tersebut tetap private. Dan Facebook tidak bisa serta merta mengambilnya untuk kepentingan di luar persetujuan pengguna langsung.

“Ini yang harus kita permasalahkan dan minta pertanggungjawabannya kepada Facebook,” pungkasnya. *BNT/HunTer

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.