Zulkifli Yakin Jokowi Paham Karakter Amien Rais, Jokowi: Kritik Harus Berbasis Data Jangan Asbun


Jokowi jabat tangan Amien Rais (republika/dok)Jokowi jabat tangan Amien Rais (republika/dok)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa tipikal politisi senior PAN Amien Rais memang selalu mengeritik, bila melihat kebijakan yang tak sesuai dengan realitas dilapangan.”

KRITIK itu, ujar Zulkifli, sudah dilakukan sejak zaman Presiden RI ke-2 Soeharto, Presiden RI ke-3 BJ Habibie, hingga Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia pun mengharapkan segala kritikan yang dilontarkan Amien Rais tak perlu ditanggapi secara emosional seperti yang dilakukan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan.

“Dari zaman Pak Harto seperti itu karakter Pak Amien. Saya kira pemerintah tidak perlu tanggapi secara emosional,” kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Ketua MPR RI ini pun yakin Presiden Joko Widodo memahami tipikal Amien Rais yang sering melontarkan kritik membangun kepadanya.

Apalagi, terang Zulkifli, Jokowi adalah seorang demokrat sejati yang menjunjung tinggi nilai demokrasi paska reformasi 1998.

“Pak Presiden saya kira sekarang demokrat sejati, Pak Presiden paham betul bahwa demokrasi dan menyampaikan pendapat dan seterusnya itu memahami soal seperti ini,” tandasnya.

Harus Berbasis Data

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kritikan pedas yang dilontarkan terhadap pemerintahannya. Ia tak mempersoalkan jika sejumlah pihak mengeritiknya, asalkan disertai fakta dan data.

“Kritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada, tetapi kritik itu harus berbasis data. Kritik itu tidak asbun, asal bunyi,” kata Jokowi dalam pembukaan Rapimnas II Partai Perindo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (21/3/2018).

Jokowi menegaskan, kritik yang disampaikan harus dengan latar belakang yang jelas sehingga kritik tersebut bersifat membangun.

Sebelumnya, mantan Ketua MPR Amien Rais melontarkan kritikan pedas terhadap Presiden Joko Widodo. Tokoh Reformasi itu menyebut, program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan bentuk kebohongan alias ‘ngibul’.  *BNT/teropongsenayan



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *