Soal Luhut Panjaitan vs Amien Rais, Gerindra: Sudahlah, Tenang-tenang Saja


(Ilustrasi)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta agar Pemerintahan Presiden Joko Widodo berbesar hati menerima kritik dari warganya.”

MUZANI menyatakan hal itu menanggapi sikap Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan atas kritikan yang dilontarkan oleh Amien Rais terhadap program kerja Pemerintahan Joko Widodo.

“Kebenaran itu datang dari siapa saja. Marilah kita berbesar hati, legowo menerima kritikan,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Menurut dia, kritikan yang dilontarkan oleh Amien Rais harus dipahami substansinya sehingga pemerintah tidak perlu reaktif.

Pemerintah sebaiknya menyerahkan penilaian kinerjanya kepada masyarakat. Sebab, jika kritikan Amien Rais tidak benar maka kinerja kabinet Presiden Joko Widodo dianggap berhasil. Begitu pula sebaliknya, jika masyarakat menilai kritikan Amien Rais benar maka harus ada perbaikan dalam pemerintahan Joko Widodo.

“Kalau kritikan itu betul tentu harus segera perbaiki. Kalau itu salah biarkan saja, biar rakyat nanti yang menilai. Karena sesungguhnya kebaikan itu tidak bisa ditutup-tutupi. Kalau pemerintah melakukan kebaikan di depan rakyat, pasti rakyat merasakan itu. Kalau tidak melakukan kebaikan, tentu rakyat juga merasakan,” tandas anggota DPR RI itu.

Apalagi, kata Muzani, sosok Amien Rais memang dikenal tokoh yang kritis sejak orde baru.

“Menurut saya sudahlah tenang-tenang saja. Setiap rezim pemerintahan dikritik pedas biasa saja. Kalau kita baca track record, Pak Amien dari Zaman Pak Harto kan gitu,” ungkapnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dibuat marah oleh pernyataan mantan Ketua MPR RI Amien Rais. Amien menyebut program bagi-bagi sertifikat gratis kepada warga merupakan pengibulan.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pun berang. “Jangan asal kritik aja. Entar kalau kau jadi pejabat, saya tahu track record-nya kok. Background saya spion juga. Kalau kau ngerasa paling bersih, kau boleh ngomong,” kata Luhut di gedung BPK, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Namun Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera juga minta Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan elegan dan tak perlu emosional menanggapi kritikan politisi senior PAN Amien Rais terhadap Presiden Jokowi.

“Pak Luhut mestinya jangan personal dan emosional,” kata Mardani saat dihubungi di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini pun menilai, program bagi-bagi sertifikat tanah tidak menyentuh akar permasalahan. Alasannya, ujar Mardani, lantaran data antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan peta tanah kehutanan yang dimiliki Kementerian Kehutanan berbeda.

“Tidak ada keseriusan pemerintah dalam hal ini. Di Filipina dibentuk Badan Distribusi Tanah Nasional, berbentuk super body, yang membabat masalah koordinasi dan urusan komando disatukan,” jelasnya.

Jadi tak heran, ungkap Mardani, Amien Rais menggunakan kalimat vulgar untuk mengkritik Jokowi soal bagi-bagi sertifikat tanah.

“Program ini baik. Tapi tidak menyelesaikan permasalahan mendasar masyarakat hak atas tanah,” ucapnya.

“Bahwa ada beberapa gelintir orang memegang Hak Guna Usaha (HGU) atas jutaan hektar. Sementara jutaan warga miskin belum memiliki sejengkal tanah pun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak awal-awal sudah menyesalkan sikap Luhut.

“Saya heran dengan watak-watak represif begini,” tulis Dahnil dalam akun twitternya, @Dahnilanzar, Senin (19/3/2018).

Reaksi Luhut ini, menurut Dahnil, terkesan pemerintah hanya suka mengancam dalam menanggapi kritikan rakyat.

“Kenapa kritik-kritik selalu dijawab dengan hal-hal seperti ini,” tukas Dahnil.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Taufik Kurniawan bereaksi pula dengan mengatakan, Amien Rais  merupakan tokoh bangsa yang kerap mengkritik pemerintahan, karena untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Jadi kalau pak Amien Rais menyampaikan kritikan yang tajam, itu dari dulu emang pak Amien karakternya. Jangankan sekarang, Orde Baru aja tumbang, kritikan pak Amien untuk konstitusi kita,” kata Taufik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Untuk itu, Wakil Ketua DPR itu meminta agar pemerintahan Presiden Joko Widodo, terutama Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tidak reaktif, apalagi hingga mengancam.*BNT/teropongsenayan



Komentar anda:

komentar



(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *