Rizieq Shihab: Umat Islam Tunggu Komando Habaib di Pilpres 2019


Imam Besar FPI Rizieq klaim umat Islam tunggu komando habaib ditahun politik (foto:CNN)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab mengatakan, dalam waktu dekat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama akan memutuskan sebuah fatwa (ijtima‘) terkait sikap politik umat di tahun politik.”

IJTIMA yang dilakukan ulama-ulama tersebut akan memutuskan nama calon pemimpin di pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019 yang terbaik untuk umat Islam di Indonesia.

Rizieq mengklaim jika umat Islam saat ini sedang menanti komando para habaib untuk menentukan pilihan politik baik di level pemimpin daerah maupun presiden dan wakil presiden.

“Saya dukung sepenuhnya GNPF yang akan menggelar ijtima’ dalam waktu dekat. Apalagi 2018-2019 tahun politik dimana umat Islam terus menunggu komando para habib yang istiqomah, agar mereka mendapat pemimpin yang cinta negara dan rakyatnya,” kata Rizieq lewat rekaman suara yang diperdengarkan dalam jumpa pers GNPF Ulama di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/3-2018).

Melalui rekaman suara itu, Rizieq juga mengklarifikasi adanya perpecahan di tubuh GNPF Ulama. Rizieq menyebut perubahan nama dari GNPF MUI menjadi GNPF Ulama merupakan hasil musyawarah para pendiri dan pengurus GNPF dengan mempertimbangkan berbagai macam usul.

“Saya mendukung penuh perubahan nama tersebut karena itu dinamika organisasi,” ujar dia.

Adapun soal perubahan sistem kepengurusan dari sentralistik menjadi kolektif kolegial, Rizieq menuturkan hal itu dilakukan untuk memperkuat umat.

GNPF Ulama memang baru melakukan perubahan struktur kepengurusan.

Ustaz Bahtiar Nasir yang selama ini menjabat ketua umum organisasi itu kini digantikan Yusuf Muhammad Martak. Sementara posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Muhammad Al Khaththath menggantikan Munarman.

Rizieq menyebut isu bahwa GNPF Ulama mengalami perselisihan adalah hoaks yang bertujuan untuk memecah belah umat Islam.*borneonusantaratime/cnnindonesia



Komentar anda:

komentar



(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *