Pemuda Muhammadiyah Minta Polisi Adil Dalam Tangani Kasus Hoaks


[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Bahwa melawan berita palsu, hoaks dan fitnah sudah menjadi prinsip semua orang. Namun yang menjadi masalah jika ada ketidakadilan oleh pihak berwenang dalam menangani kasus-kasus tersebut.”

DEMIKIAN dikatakan oleh Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Jadi pada intinya berlaku adil saja. Kita semua tidak setuju dengan hoaks, tapi kalau kemudian pemerintah atau penegak hukum tidak adil, bukan justru bisa mereduksi hoaks, malah kemudian akan melahirkan masalah yang lebih besar,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Jumat (09 Maret 2018).

Dahnil memperingatkan, siapapun yang diperlakukan tidak adil, seringkali melakukan perlawanan yang lebih besar. Maka, jangan sampai UU ITE untuk berlaku tidak adil.

Ia juga meminta para politikus untuk tidak menghalalkan segala cara demi mencari kekuasaan. Seringkali yang memicu timbulnya hoaks baru adalah perilaku politikus yang menghalalkan segala cara. Baik yang dilakukan oleh penguasa, maupun yang dilakukan oleh oposisi.

“Jadi saran saya, politisi-politisi ini harus mulai aktif bukan sekadar berburu kekuasaan, tapi yang jauh lebih penting adalah mengedukasi publik. Stop menghalalkan segala cara dalam berpolitik,” tegasnya.

Untuk melawan hoaks, Dahnil juga mengimbau seluruh pihak mengedukasi pengikutnya seperti yang dilakukan Muhammadiyah, edukasi dilakukan melalui peringatan dan tausiah kepada jamaah.

“Edukasi juga penting, selain para aparatur negara juga harus berlaku adil, jika tidak adil, maka bisa menghadirkan hoax baru,” tukasnya. *borneonusantaratime/kiblatnet

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.