Panik? Desak Usut WAGroup Neno Warisman Terindikasi Makar, Polri: Harus Ada Dasar Hukumnya


Neno Warisman dalam Karikatur Tudingan Terindikasi Makar (BNT)Neno Warisman dalam Karikatur Tudingan Terindikasi Makar (BNT)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Mabes Polri belum mengetahui soal Neno Warisman yang membuat Whatsapp Group (WAG) yang dinamai ‘Ganti Presiden 2019’ itu.”

KEPALA Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto saat dikonfirmasi di Mabes Polri, Selasa (20/3-2018), mengaku belum tahu. “Belum tahu”, katanya.

SEBELUMNYA, Ketua Fans Jokowi, Maryanto Suhardianto meminta agar Polri segera mengusut WAG itu. Menurut Setyo, permintaan Maryanto tersebut harus dipelajari dulu.

“Karena harus ada dasar hukumnya. Kalau di grup WA apakah dia masuk UU ITE apa nggak,” jelasnya.

Termasuk tudingan makar, sambung Setyo, harus dipenuhi unsur-unsurnya sesuai diatur UU.

“Kami nggak bisa serta merta. Masyarakat jangan gaduh dengan fenomena ini. Tapi percayakan polisi profesional akan memeroses dengan hukum yang berlaku,” ujar Setyo.

Ia mengimbau, bijaklah dalam menggunakan sosial media. Sebab bisa dikenai pasal.

“Ternyata ada UU-nya. Harusnya sebelum gunakan itu menyadari bahwa ini ada resikonya,” pesan Setyo.

(*Baca Artikel terkait > 19 Maret 2018 > Sospol : Grup WhatsApp #2019GantiPresiden, Didominasi Ibu Rumah Tangga. Ini alasannya: )

Maryanto Suhardianto menuding ada indikasi gerakan makar dalam WAG admin Neno Warisman itu karena ingin menggulingkan pemerintah.

“Kelompok ini mempunyai tujuan Jokowi harus jatuh 2019. Ini sangat berbahaya bagi demokrasi,” terangnya.

Maryanto mengatakan, kuat dugaan WAG ‘Ganti Presiden 2019’ pecahan dari Saracen dan Muslim Cyber Army (MCA).

“Kelompok ini menyoba memecah dengan konsentrasi penggalangan opini di tingkatan ibu-ibu untuk menolak Jokowi,” tuding Maryanto.*borneonusantaratime/rmol



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *