Jusuf Kalla: Keritikan Pak Amien adalah Sumbangsih, SBY: Dikritik Jangan Cepat Marah, Kekuasaan Bukan untuk Menakut-nakuti Rakyat


[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Kegaduhan politik yang berawal dari ‘berbalas pantun’ antara Ketua DKP PAN – Amin Rais vs Menko Bidang Kemaritiman – Luhut Binsar Panjaitan, tak luput menarik perhatian Wakil Presiden – Jusuf Kalla (JK) untuk angkat bicara.”

JUSUF KALLA seperti memahami kalau Amien Rais memang dari sononya  suka mengeritik.”Kalau tidak mengeritik, itu bukan Pak Amien Rais,” ujar JK di Kedokteran UI (Universitas Indonesia), Jakarta, Kamis (22 Maret 2018)

JK mengakui, sejak  era reformasi, Amien Rais memang sudah begitu, biasa melayangkan kritik pedas kepada pemerintah. Bagaimana pun menurut JK, kritikan keras JK merupakan salah satu sumbangsih Amien Rais.

Sehari sebelumnya, Rabu (21 Maret 2018) mantan Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak ketinggalan turut menyikapi kontroversi Luhut – Amien tersebut. Mantan Presiden ke VI RI ini berharap kedua seteru berdamai dan menyelesaikan secara kekeluargaan.“Saya berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar SBY

“Kritik kepada pemerintah boleh saja, asal tidak fitnah. Pemerintah juga jangan cepat marah kalau ada kritik dari rakyat,” ucapnya

Menurut SBY, pemerintah tak boleh antikritik, sebab kritik terhadap pemerintah bukanlah barang haram, Apalagi jika kritikan itu disampaikan dengan baik dan didukung data yang konkrit.

“Hak rakyat untuk mengeritik pemerintahnya jika dianggap belum menjalankan tugas dengan benar tak boleh dihalang-halangi. Pemerintah tak boleh alergi dengan hal ini,” terangnya.

Sebaliknya SBY  berharap Amien lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik, lebih bijak, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

SBY juga berharap pemerintah mengurangi penyampaian statement publik yang bernada ancaman. Karena menurutnya, kekuasaan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk melindungi dan mengayomi.

“Pemerintah tak perlu arogan dalam menanggapi kritik. Negeri ini dibangun bukan untuk menjadi negara kekuasaan. Karena itu kedaulatan berada di tangan rakyat. Tapi rakyat juta tak boleh absolut,” paparnya.

Seperti diketahui Politikus senior PAN itu (Amien Rais) menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengibulan.

 “Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?” kata Amien saat menjadi pembicara dalam diskusi ‘Bandung Informal Meeting’ yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3-2018)

Kritik tajam Tokoh Reformasi itu membuat Menko Bidang Kemaritiman – Luhut Binsar Panjaitan naik darah “Jangan asal kritik aja. Entar kalau kau jadi pejabat, saya tahu track record-nya kok. Background saya spion juga. Kalau kau ngerasa paling bersih, kau boleh ngomong,” kata Luhut di gedung BPK, Jakarta, Senin (19/3/2018).

“Dosa mu banyak juga kok. Sudahlah diam saja lah. Yang lalu, lalu, kita lihat ke depan. Tetapi, jangan main-main, kita juga bisa cari dosamu kok. Memang kau siapa?,” ancam Luhut kala itu. *BNT

 

 

 



Komentar anda:

komentar



(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *