Jangan Salah, Rizieq Shihab Tak Pernah Menyebut Dukung Prabowo Subianto


Rizieq Shihab (REUTERS/Raisan Al Farisi/Pool)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tidak pernah menyebutkan nama calon presiden (capres) ataupun calon kepala daerah yang resmi dia dukung, baik di pemilihan presiden (pilpres) 2019 ataupun pilkada serentak 2018.”

HAL itu disampaikan pengacara Rizieq, Kapitra Ampera kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/3-2018).

Kapitra menegaskan, Rizieq juga belum pernah menyebutkan akan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres di pilpres 2019 seperti yang diklaim oleh politikus Gerindra, Andre Rosiade. 

“Tidak ada itu dukung Prabowo. Habib Rizieq tidak pernah bicara nama, termasuk nama yang dia dukung sebagai capres ataupun calon kepala daerah,” tegas Kapitra.

Pernyataan Kapitra sekaligus membantah pemberitaan dukungan Rizieq kepada sejumlah politikus dan calon kepala daerah – yang  berkunjung ke kediaman Rizieq di Mekkah, Arab Saudi.

Sejumlah tokoh dan calon kepala daerah memang sempat mengunjungi Rizieq di Mekkah.

Selain Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade, calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, juga datang mengunjungi Rizeq di sela-sela melaksanakan ibadah umrah. Jauh sebelum itu, politikus senior PAN Amien Rais dan anaknya, Hanafi Rais datang menemui Rizieq.

Selain itu, beberapa politikus PKS seperti Salim Segaf Al Jufri dan Jazuli Juwaini juga menemui Rizieq dalam waktu yang berbeda.

Menurut Kapitra beberapa politikus itu bisa menemui Rizieq karena ia fasilitasi. Atas dasar itu, dia bisa memastikan jika Rizieq tidak pernah memberikan dukungan resmi pada nama-nama yang diklaim oleh beberapa politikus.

“Saya terakhir ketemu Habib Rizieq tanggal 14 Maret (2018). Ketemu empat mata buat meluruskan pemberitaan. Intinya Habib Rizieq bilang tidak pernah kasih dukungan politik pada capres. Habib Rizieq kalau mau bicara serius tidak ke sembarangan orang dan tidak mau ramai,” ungkap Kapitra.

Kapitra mengakui Rizieq setiap harinya menerima banyak tamu, mulai dari jam 12.00  hingga 02.00 dini hari waktu setempat. Mulai dari mahasiswa, masyarakat Indonesia hingga politisi terus berdatangan untuk melakukan silaturrahim kepada Rizieq.

Melalui pertemuan-pertemuan itu, Rizieq hanya menyampaikan pesan-pesan penting soal bagaiamana berpolitik dan memimpin dalam hukum Islam.

Bicara politik, Rizieq juga hanya pernah mengutarakan keinginannya untuk membentuk koalisi partai pendukung aspirasi umat Islam seperti Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Selain skenario koalisi partai umat Islam tersebut, Kapitra kembali menekankan bahwa Rizieq tidak pernah memberikan dukungan pada calon tertentu. Kapitra pun tidak mau berprasangka terhadap sejumlah politikus yang memanfaatkan pertemuan dengan Rizieq untuk kepentingan pemilu.”Wallahua’lam (soal dimanfaatkan). Intinya walaupun banyak politisi datang belum ada dukung mendukung,” tutur Kapitra.

Dia juga membantah Rizieq tergiur untuk mencalonkan diri sebagai presiden di pilpres 2019. Walau didorong banyak ulama dan masyarakat, Rizieq hanya ingin NKRI bisa aman dan bisa menghadirkan kondisi yang nyaman bagi umat Islam. *BNT/CNNINDONESIA 

Pita-bagikan

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.