Amien Rais Kritik Jokowi “Tukang Ngibul”, Luhut Balik Mengancam Amien “Memang Kau Siapa?”


Luhut Binsar Panjaitan vs Amien Rais (ist)Luhut Binsar Panjaitan vs Amien Rais (ist)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Politikus senior PAN Amien Rais menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengibulan.”

SEKJEN Partai NasDem Johnny G Plate pun menilai, pernyataan Amien tersebut bukan berangkat dari hatinya, namun dari kulit luar pikirannya saja.

“Jika pernyataan itu dari hatinya maka seharusnya Pak Amien memberikan dukungan agar program sertifikasi lahan rakyat berjalan dengan baik dan hasil yang sukses,” kata Johnny saat dihubungi,  Senin (19/3/2018).

Sementara itu Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily yang dikonfirmasi terpisah,  meminta Amien lebih arif dalam menilai program-program Presiden Jokowi.

“Mohon dengan segala hormat Pak Amien Rais jangan gampang menuduh dengan menyebut “pengibulan”. Sebagai salah seorang tokoh bangsa, lebih arif dan bijak rasanya Pak Amien berbaik sangka atau husnudzhon kepada program yang sangat baik ini,” kata Ace.

Kebijakan sertifikasi tanah gratis yang dibagi-bagikan kepada rakyat itu, kata Ace, merupakan program mulia untuk rakyat Indonesia.

“Sertifikat tanah yang dimiliki rakyat bisa digunakan sebagai asset secara legal dan digunakan secara bankable untuk usaha,” kata Ace.

 “Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?” kata Amien saat menjadi pembicara dalam diskusi ‘Bandung Informal Meeting’ yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3-2018)

Diketahui, Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais kembali mengkritik Presiden Joko Wiodo (Jokowi). Ia menyebut program bagi-bagi sertifikat yang dilakukan Jokowi merupakan suatu pembohongan.

“Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?” kata Amien saat menjadi pembicara dalam diskusi ‘Bandung Informal Meeting’ yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3/2018).

Lain Jhony G Plate dan Ace Hasan Syadzilly yang masih terbilang elegan menanggapi kritik Amin Rais, tak demikian halnya dengan Luhut Binsar Panjaitan. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman itu justru naik spaning.

.

Terkesan Pemerintah Suka Mengancam

.

“Jangan asal kritik aja. Entar kalau kau jadi pejabat, saya tahu track record-nya kok. Background saya spion juga. Kalau kau ngerasa paling bersih, kau boleh ngomong,” kata Luhut di gedung BPK, Jakarta, Senin (19/3/2018).

.

Luhut meminta Amien untuk melihat ke depan. Namun, jika pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu tetap terus melontarkan pernyataan, maka Luhut siap membuka dosa tokoh Reformasi tersebut.

“Dosa mu banyak juga kok. Sudahlah diam saja lah. Yang lalu, lalu, kita lihat ke depan. Tetapi, jangan main-main, kita juga bisa cari dosamu kok. Memang kau siapa?,” ancamnya.

Saat Jokowi bagi-bagi sertipikat tanah (istimewa)

Saat Jokowi bagi-bagi sertipikat tanah (istimewa)

Sikap terbakar Luhut tersebut dinilai  justru bisa merugikan pemerintah sendiri, Wakil Ketua Umum DPP PAN Taufik Kurniawan mengatakan, Amien Rais  merupakan tokoh bangsa yang kerap mengkritik pemerintahan, karena untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Jadi kalau pak Amien Rais menyampaikan kritikan yang tajam, itu dari dulu emang pak Amien karakternya. Jangankan sekarang, Orde Baru aja tumbang, kritikan pak Amien untuk konstitusi kita,” kata Taufik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Untuk itu, ia meminta agar pemerintahan Presiden Joko Widodo, terutama Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tidak reaktif, apalagi hingga mengancam.

“Kalau dibuka dosa-dosanya, kan kita sesama manusia biasa, bagaimana sesama manusia buka dosa orang,” tandas Wakil Ketua DPR RI itu.

“Pak Amien kan udah jadi tokoh bangsa, milik masyarakat, jadi anggaplah kritikan itu sebagai cambuk bahwa pemerintah siapapun, tidak hanya pak Jokowi aja, beliau udah sejak jaman Gusdur, bu Mega, pak SBY, pak Jokowi, hal-hal yang kemudian diingatkan dalam konteks konstitusional selalu diingatkan,” lanjutnya.

Tak urung Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyesalkan sikap Luhut.

“Saya heran dengan watak-watak represif begini,” tulis Dahnil dalam akun twitternya, @Dahnilanzar, Senin (19/3/2018).

Reaksi Luhut ini, menurut Dahnil, terkesan pemerintah hanya suka mengancam dalam menanggapi kritikan rakyat.

“Kenapa kritik-kritik selalu dijawab dengan hal-hal seperti ini,” tukas Dahnil. *borneonusantaratime/teropongsenayan (re-edit)



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *