Polisi Harus Usut Tuntas Kasus “Orang Gila” Serang dan Bunuh Ulama. Permainan Tingkat Tinggi?


Allahyarham Ustadz Prawoto, syahid
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Ketua Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya`roni mengatakan, penyerangan terhadap ulama yang beruntun di Jawa Barat harus diwaspadai sebagai ancaman serius menjelang Pilkada.”

KH Umar Basri terselamatkan jiwanya.

KH Umar Basri terselamatkan jiwanya.

TUGAS aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan membongkar otak utama pelaku penyerangan. Umat Islam juga diharapkan bisa menahan diri dan tidak terpancing melakukan aksi-aksi di luar koridor hukum. Percayakan saja kepada aparat untuk membongkar kasus ini.

“Diduga kuat, aksi penyerangan ini dilakukan secara sistematis dalam rangka membuat kegaduhan di Jabar. Tujuannya jelas yaitu ingin mengadu-domba yang kemudian terjadilah choas yang massif,” ungkapnya.

Sya'roni, Ketua PRIMA(foto:ist)

Sya’roni, Ketua PRIMA(foto:ist)

Oleh karena itu, sambung Sya’roni, masing-masing pihak harus menahan diri. Dan kewajiban bagi aparat penegak hukum untuk segera membongkar kasus ini.

Sya`roni menilai, kasus penyerangan ulama di Jabar diduga kuat permainan tingkat tinggi untuk tujuan membuat kegaduhan menjelang Pilgub Jabar. Skemanya mirip peristiwa di Banyuwangi tahun 1998 yakni, pasukan ninja membantai para kyai. “Mudah-mudahan polisi bisa segera membongkar kasus ini,” harapnya.

Tidak Wajar

Pengurus Pusat Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin menilai ada yang sangat tidak wajar atas penyerangan ulama dan ustadz di Provinsi Jawa Barat. Akibat penyerangan itu Ustaz Prawoto yang juga Komandan Brigade PP Persis meninggal dunia akibat dianiaya seorang pria pada di Cigondewah Kidul, Bandung, Kamis (2/1/2018) pagi. Sebelumnya (27/1/2018), Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hiadayah, Cicalengka, Bandung, KH Emon Umar Basyri juga harus mendapat perawatan karena dianiayai pria tak dikenal saat berzikir seusai melaksanakan salat Subuh berjamaah.

Novel menyebut dengan penyerangan ulama dan ustad menunjukkan seakan- akan Jabar sudah tidak aman menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 karena penuh dengan gejolak penganiyayaan terhadap tokoh agama. Penyerangan pada tokoh agama tersebut bisa memicu gesekan di masyarakat. Oleh karena itu jika tidak segera diatasi maka akan timbul kegaduhan yang justru rakyat sipil khususnya ulama yang menjadi korban. Saat ini saja sudah ada dua ulama yang menjadi korban.

Habib Novel Bamu'min

Habib Novel Bamu’min

“Saya duga ada rekayasa agar dibuat Jabar tidak kondusif. Sebelumnya GMBI juga berulah yang gerak geriknya serta tindak tanduknya memakai simbol PKI,” kata Novel kepada Harian Terbit, Jumat (2/2/2018). (Baca juga Artikel terkait 4 Januari 2018 > Interaksi : Isu Orang Gila Bunuh Ulama Meresahkan dan Mengerikan. Umat Islam Diminta Waspada !)

Perlu diingat kembali, pengamat intelijen dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, mengingatkan agar umat Islam tetap waspada. Karena tidak menutup kemungkinan kasus ini akan berulang lagi ditempat yang berbeda dengan obyek serta pelaku yang beda pula, dengan alibi pelakunya adalah sakit jiwa alias gila. Waspadalah! *borneonusantaratime/harianterbit



Komentar anda:

komentar



(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *