Lieus: Habib Rizieq Nasionalis Sejati Jangan Dimusuhi, Menag Jemput dan Ajak Ngopi di Istana


Habib Rizieq Shihab dan massa "212" (foto:dok/eramuslim/insert; Lieus Sungkarisma)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma mengatakan, meski Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab batal kembali ke Indonesia pada Rabu (21/2/2018), namun antusias umat yang menggelar acara penyambutan, menjadi bukti jika ia adalah tokoh besar yang dimiliki bangsa ini.”

“HABIB ini tokoh besar. Sedikit orang yang kepulangannya ke dalam negeri ini yang bikin seluruh Indonesia membahas. Itu tanda-tanda beliau orang besar,” kata Lieus kepada NNC, Jumat (23/2/2018).

Dengan ketokohan yang dimiliki Habib Rizieq, lanjut Lieus, seharusnya Presiden Joko Widodo mengutus Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, atau Utusan Khusus untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin untuk menjemput Habib Rizieq di Mekkah, Arab Saudi.

“Dari tanda itu, pemerintah ini harusnya jeli, jangan bilang dia pulang gak pulang, harus dijemput, tugasin Menteri Agama jemput pulang, ajak ke istana, ajak ngopi, makan. Kalau gak menteri agama Din Syamsuddin. Jemput, kasih karpet merah,” ungkap Lieus.

Tak hanya menjemput, menurut Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini, Habib Rizieq juga harus dirangkul pemerintah untuk diminta sumbangsihnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

“Seperti usulan kita jauh-jauh hari agar Habib Rizieq ini dirangkul, kan sejuk jadinya. Ajak mikirin pesoalan negeri. Habib Itu nasionalis sejati, jangan dimusuhin, dicurigai, jangan dikirim pasukan begitu banyak ke bandara, itu salah,” tegas Lieus.

Seperti diberitakan, Habib Rizieq sedianya kembali ke Indonesia pada Rabu (21/1/2018). Sejumlah massa dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Panitia Penyambutan Imam Besar (PPIB) telah melakukan persiapan penyambutan.

Bahkan massa sudah berkumpul di masjid dekat Bandara Soekarno-Hatta sejak Selasa (20/2/2018) malam untuk menunggu kepulangan Habib Rizieq. Namun lewat sambungan telepon, Habib Rizieq memutuskan batal pulang karena ia belum mendapatkan isyarah saat melakukan istikharah meminta petunjuk dari Allah SWT.

“Walaupun saya sudah siapkan tiket sekeluarga untuk pulang pada hari ini, untuk jaga-jaga jika di menit terakhir ada isyarah dan bisyarah maka saya sekeluarga bisa segera pulang. Namun sampai saat ini saya belum mendapatkan isyarah yang bagus, apalagi bisyarah yang menggembirakan. Jadi hari ini saya harus menunda dulu kepulangan saya,” kata Habib Rizieq, Rabu (21/2/2018). *borneonusantaratime/netralnews

(Visited 17 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.