KPK Ringkus Anak dan Ayah: Walikota dan Calon Gubernur dalam OTT


[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Entah fenomena apa yang menyuci otak sebagian kalangan penguasa termasuk kepala daerah, sehingga tak takut pada ‘contoh soal’ pelaku kerakusan yang sudah banyak digulung lembaga anti rasuah Indonesia.”

WALIKOTA Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) dan seorang calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) – Asrun, menggenapkan jumlah menjadi 20 Kepala Daerah (termasuk Asrun calon gubernur) yang ditangkap KPK dalam 14 bulan terakhir.

Asrun dan ADP adalah ayah dan anak yang digaruk KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (27 Februari 2018) malam.

Selain keduanya, KPK juga menangkap lima orang kerabat ADP. Mereka langsung dibawa ke markas kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sulteng), Rabu (27/2/2018) sekitar jam 05.30 Wita untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh KPK.

Belum ada penjelasan terkait kasus yang menimpa wali kota dan cagub ini.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto, membenarkan penangkapan tersebut.

“Jadi ada kegiatan, yang merupakan agenda KPK. Tentunya ini sepenuhnya agenda dari KPK ya. Polda Sultra siap membantu KPK apabila dibutuhkan lebih lanjut. Iya benar ada pemeriksaan di dalam. Yang diperiksa adalah ADP dan Asrun. kami hanya memfasilitasi tapi yang melakukan pemeriksaan itu KPK,” kata Sunarto.

Selain ADP dan Asrun, KPK juga menangkap seorang pengusaha di Jl. Syech Yusuf bersama beberapa orang lainnya.

“Ada tujuh orang yang diperiksa di dalam, termasuk ADP dan Asrun,” pungkasnya.

KPK sendiri belum memberi konfirmasi terkait penangkapan ini. Hingga kini, mereka yang tertangkap masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap.

Untuk informasi, calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun, bersama Wakilnya, Hugua, didukung oleh 7 partai, yakni PAN, PDIP, PKS, Hanura, PPP, Gerindra dan PKB dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018.

Sementara Adriatma Dwi Putra (ADP) adalah putra dari Asrun, baru 5 bulan jadi walikota setelah ayahnya, Asrun yang jadi walikota. ADP resmi dilantik menjadi Wali Kota Kendari periode 2017-2022 pada awal Oktober 2017. ADP mendapat gelar sebagai wali kota termuda (28) di Indonesia saat ini.*borneonusantaratime/Jurnalpolitik.id/re-edit

(Visited 16 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.