Inilah Asal-usul Valentine’s Day yang Diharamkan Islam


[ A+ ] /[ A- ]

Pita-bagikan

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Bagi sebagian remaja sekarang, hari Valentin, yang jatuh pada 14 Februari  merupakan momen yang ditunggu untuk saling mengungkapkan rasa kasih sayang. Padahal Valentine Day tidak layak dan tdak pantas bahkan diharamkan diperingati oleh remaja muslim. Hal ini terkait dengan asal usul hari valentin yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.” 

Berikut dokumentasi borneonusantaratime tentang hal itu dari artikel yang ditulis oleh, Emmaria Haris :

 AGAR lebih jelas mengapa Hari Valentin tidak diperbolehkan bagi umat Islam. Ikuti asal usul Hari Valentin berikut ini.

 Asal usul Hari Valentin

Valentine’s Day, yang dalam bahasa Indonesia menjadi Hari Valentin, menurut literatur ilmiah dan kalau mau dirunut ke belakang, bermula dari upacara ritual agama Romawi kuno. Ritual ini dimasukkan oleh Paus Gelasius I pada tahun 496 ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentin itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno.

Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.

Siapakah St. Valentine ?

St. Valentine  adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup pada zaman kerajaan di bawah pimpinan Kaisar Claudius yang dikenal sebagai seorang pemimpin yang sangat kejam.

Claudius sangat berambisi untuk memiliki pasukan militer yang sangat besar. Ia ingin semua pria di wilayah kekuasaannya bergabung di dalamnya. Namun sayangnya ambisi sang Kaisar ini tidak disetujui oleh rakyatnya. Para pria merasa enggan terlibat dalam peperangan  karena tidak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini memicu kemarahan Claudius, sehingga sang Kaisar ini memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Claudius berfikir jika para pria dilarang untuk menikah, maka pasti mereka akan dengan senang hati mau bergabung dengan militer. Sejak saat itulah Claudius melarang adanya pernikahan. Banyak kalangan yang menganggap hal ini sangatlah tidak masuk akal. Begitupun dengan St. Valentine, dirinya menolak keras ide gila sang Kaisar. Untuk itulah St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendeta, yakni menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta. Namun tugasnya tersebut dijalankannya secara sembunyi-sembunyi.

Rupanya aksi nekad sang pendeta akhirnya tercium juga oleh Claudius, lalu Claudius segera memberikan peringatan kepada St. Valentine agar tidak melakukan pemberkatan pernikahan lagi. Namun St. Valentine tidak menggubris peringatan Claudius dan tetap mengadakan pemberkatan pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.  Sampai pada suatu malam, St. Valentine tertangkap basah tengah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut akhirnya dapat meloloskan diri, namun malang nasib St. Valentine, dirinya tertangkap dan dijebloskan kedalam penjara. Tidak hanya itu saja, Claudius memerintahkan hukuman mati baginya dengan cara memenggal kepalanya.

Setelah St. Valentine tertangkap dan dipenjara, bukannya dihina oleh orang-orang, malahan sebaliknya, St. Valentine mendapat banyak dukungan, tidak sedikit yang melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara tempat ia ditahan.

Salah satu orang yang juga percaya pada cinta kasih itu sendiri adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Kedekatan putri penjaga penjara ini menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Sampai tiba pada hari St. Valentine dipenggal pada tanggal 14 Februari, St. Valentine meyempatkan diri untuk menuliskan sebuah pesan buat sang gadis anak penjaga penjara tersebut. Ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu.

Pesan itulah yang kemudian telah mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang-orang diberbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang merayakan hari tersebut untuk mengingat perjuangan St. Valentine sebagai pejuang cinta sampai akhir hayatnya.

Bagi pihak gereja sendiri tindakan St. Valentine ini dianggap benar karena telah melindungi orang yang menjalin cinta. Untuk itulah ia kemudian dinobatkan sebagai pahlawan kasih sayang. Sehingga kemudian tercatat dalam sejarah bahwa pada tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang bagi umat Kristiani. *borneonusantaratime/sayangi.com

*bagikan berita ini sebagai amal ibadah Anda

Komentar anda:

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.