Guru SMA yang Tewas di Tangan Muridnya Ternyata Aktivis HMI


Achmad Budi alm.-tribunnews
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian SMA Negeri I Torjun, Sampang yang tewas setelah dianiaya muridnya ternyata aktivis HMI. Oleh karenanya, Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (Kahmi) se-Jawa Timur menggalang dana untuk keluarga Budi.”

AKSI penggalangan dana yang dilakukan oleh aktivis HMI dan Kahmi lintas perguruan tinggi se-Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian terhadap guru Budi yang meninggal di tangan muridnya sendiri.

“Inilah yang mendasari kami melakukan aksi penggalangan dana untuk kami sumbangkan kepada keluarga yang ditinggalkannya,” ujar koordinator aksi penggalangan dana “Peduli Guru Budi” wilayah Madura Khotim. Ubaidillah kepada Antara di Sampang, Sabtu.

Pengumpulan dana dilakukan aktivis HMI-Kahmi se-Jawa Timur itu melalui Ketua HMI Komisariat Sastra Universitas Periode 2009-2010 Fathol Arifin.

Hingga Sabtu (3/2/2018) jumlah dana yang terkumpul mencapai Rp.28.400.913 dari 74 orang penyumbang dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Timur.

Rencana semula, hasil penggalangan dana untuk guru yang tewas setelah dianiaya muridnya sendiri itu, diserahkan kepada pihak keluarga pada 2 Februari 2018.

Sinta memperlihatkan biola kesayangan almarhum suaminya (tribunnews)

Sinta memperlihatkan biola kesayangan almarhum suaminya (tribunnews)

Namun, karena banyak permintaan dari alumni dan aktivis HMI di Jawa Timur, maka penyerahan hasil penggalangan dana yang dilakukan melalui grup jejaring sosial whatshapp itu ditunda hingga 7 Februari 2018.

“Agar memudahkan rekap data, bagi kakanda/ayunda yang sudah transfer, mohon konfirmasi ke nomor wa 085735044441,” ujar Arifin.

“Sebagai pertanggung jawaban dan bentuk transparansi donasi ini, tanggal 7-2-2018 akan saya printkan rekening koran dan buku tabungan rekening 0430140573 BNI a.n. Fathol Arifin,” katanya, menjelaskan.

Guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura yang tewas akibat penganiayaan oleh siswanya sendiri itu, merupakan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang.

Dia bergabung sejak 2009 dengan korps organisasi ektra kampus yang didirikan oleh alm Lafran Pane 5 Februari 1947 atau dua tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia itu.

Di HMI, Budi sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi (KPP) sampai sebagai ketua.

Apalagi yang bersangkutan selalu tampil menghibur peserta latihan kader yang digelar di masing-masing komisariat.

Kasus penganiayaan yang menimpa guru seni rupa Ahmad Budi Tjahyanto oleh muridnya berisial HI itu, Foto kenangan saat Budi (alm) dan Saadit Sinta masih bertunangan (facebook)terjadi Kamis (1/2/2018).

Pak Guru Budi adalah guru tidak tetap (gtt) GTT yang mengajar mata pelajaran ekstra kurikuler Kesenian. Besaran gajinya cukup mengejutkan, cuma Rp.400 ribu/bulan. Pria pendiam yang tewas di tangan muridnya sendiri yang Bengal tersebut, baru menikah dengan  Sianit Shinta setahun lalu, dan kini istrinya itu tengah hamil empat bulan.

“Semoga almarhum diterima di sisi-Nya, Aamin!                                                                                                                                                                         Kenangan saat pra pernikahan dengan Saadit Sinta  (facebook) *borneonusantaratime/teropongsenayan/antara/tribunnewsmalang (re-edit)

 

(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.