Demo Mahasiswa Sumbar Beri Kartu Merah untuk Jokowi, Dibubarkan dan Dipukuli


Demo Mahasiswa se Sumbar Beri Kartu Merah untuk Jokowi (foto:istimewa/lawjustice)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se Sumatera Barat berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden Jokowi, di depan Kampus AKBP (Akademi Keuangan Banking Perbankan), Jalan Khatib Sulaiman,Padang, Jumat (9/2-2018).”  

MAHASISWA tersebut ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden Joko Widodo, terkait kebijakan impor dan kemiskinan. Mereka menyatakan Presiden RI Joko Widodo berhak mendapat kartu merah. Dilansir Law-Justice.co

“Katanya pemerintah Jokowi kangen didemo, tapi nyatanya bisa dilihat seluruh TNI dan Polri bersatu menghalangi unjuk rasa mahasiswa. Dan kami memberikan kartu merah kepada Jokowi dan kami sudah menyiapkannya,” kata Kordinator Pusat Aliansi BEM se Sumbar, Faizil Putra kepada Antara.

Aksi serupa juga dilakukan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Sumatera Barat menggelar aksi demo atas kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Padang dalam rangka menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Danau Chimpago, Jumat, 9 Februari 2018.

Aksi yang dilangsungkan baru 5 menit di depan PT. Trakindo Padang ini langsung dibubarkan oleh pihak Kepolisian. Sekjen KAMMI Wilayah Sumbar, Abu Said mengaku, pihak kepolisian langsung memukul peserta aksi dan membawa ke mobil menuju kantor Polres.

“Baru sekitar 5 menit kami sampai dilokasi aksi, kami langsung dibubarkan bahkan kami belum sempat untuk menyampaikan aspirasi kami. Padahal aksi kami sesuai prosedur dan kami juga memasukkan surat pemberitahuan aksi,” jelas Said yang juga Korlap aksi kali ini.

Said juga menambahkan, bahwa tuntutan dalam aksi ini agar pemerintah dapat mengatasi masalah kompleks di negeri ini, yaitu masalah naiknya tarif listrik, pencabutan subsidi BBM, pupuk, gas, impor kebutuhan pokok seperti beras yang merugikan petani, serta kriminalisasi kepada ulama.

“Kami sangat kecewa dengan rezim anti kritik ini, hingga saat ini teman kami masih ditahan di Polresta Padang. Padahal, ini era demokrasi yang setiap orang bisa berpendapat. Stop pembungkaman mahasiswa dan kami tidak akan diam,” tegas Said. *borneonusantaratime/law-justice

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.