Akhirnya Kapolri Minta Maaf ke Umat Islam


Jenderal Tito Karnavian bersama Ustadz Mohammad Siddik (foto:wartapilihan)Jenderal Tito Karnavian bersama Ustadz Mohammad Siddik (foto:wartapilihan)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke kantor Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Jl. Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018) Sore.”

KAPOLRI datang dengan memakai baju koko putih, celana hitam serta berpeci, kedatangan Tito disambut Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Drs. Mohammad Siddik, MA, Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri Abdul Wahid Alwi, MA,  Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi Drs. Amlir Syaifa Yasin, MA, Sekretaris Umum Drs. Avid Solihin, MM,  beserta pimpinan 13 organisasi Islam yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI). Pertemuan dimulai sejak pukul 17.00 WIB dan selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Hadir dalam pertemuan itu perwakilan ormas Islam dari MUI, Persis, Wahdah Islamiyah, Mathlaul Anwar dan lain-lain.

Dalam pertemuan awal, Kapolri Tito diterima di ruang Ketua Umum, dan setelah itu dibawa memasuki ruang meeting Dewan Da’wah dimana telah menunggu para pimpinan ormas yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) dan para wartawan.

Kapolri sempat sholat maghrib berjamaah di masjid Al-Furqan dan selanjutnya melakukan pertemuan tertutup dengan Dewan Da’wah dan MOI, membicarakan masalah-masalah keummatan, situasi politik, ekonomi keummatan dan masalah-masalah lainnya.

“Ini adalah kunjungan silaturahim saya kepada Dewan Da’wah. Selama saya menjadi Kapolri, baru kali ini saya berkunjung ke Dewan Da’wah,” ujar Kapolri dalam rilis yang diterima Islampos.com, Rabu (7/2/2018).

Selain silaturahmi, Kapolri juga mengklarifikasi terkait video pernyataannya yang kontroversial dan menjadi viral.

“Ini kesempatan yang baik untuk mengklarifikasi,” ujar Tito.

Tito menerangkan, dalam video itu pada intinya mengatakan ada semacam hal yang perlu diwaspadai oleh NU dan Muhammdiyah tentang beredarnya informasi adanya ketidakpuasan di (level) grass root kepada kalangan elit (karena merasa suaranya tidak didengar).

“Itu aja sebenarnya yang saya sampaikan waktu itu,” jelas Tito.

Kapolri menyatakan permohonan maafnya kepada seluruh ormas Islam dan ummat Islam akibat potongan video tersebut.

“Saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk menafikkan ormas-ormas Islam yang lain. Bahkan saya sangat ingin bersinergi dengan semua elemen masyarakat, khususnya ormas-ormas Islam,” jelasnya.

Menurutnya video itu aslinya berdurasi sekitar 24 menit, dan yang viral dengan durasi dua menit itu adalah potongannya.

“Padahal aslinya saya bahkan banyak mengkritik NU dan Muhammadiyah. Bahkan secara lisan kritikan saya yang disampaikan ke tokoh-tokoh NU dan Muhammadiyah lebih banyak. Tetapi memang, karena itu adalah pertemuan internal NU, jadi sambi mengkritik, saya juga mengangkat lagi,” jelas Tito.

Sebelumnya, pidato Tito ramai dibagikan di media sosial. Dalam video tersebut, Tito memerintahkan jajarannya untuk bersinergi dengan hanya dua organisasi islam di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah. Alasannya itu adalah karena dua organisasi tersebut ikut membantu memerdekakan Indonesia.

(Baca juga artikel sebelumnya > 4 Februari 2018 > Peristiwa: Ratna Sarumpaet Desak Kapolri Mundur atau Minta Maaf Secara Ksatria)

Berikut merupakan penggalan ucapan Tito dalam video yang beredar di media sosial:

“Semua Kapolda saya wajibkan untuk membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua Polres wajib membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten dan kota. Para Kapolsek wajib untuk di tingkat kecamatan bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah, jangan dengan yang lain. Dengan yang lain itu nomor sekian, mereka bukan pendiri negara, mau merontokkan negara malah iya.” *borneonusantaratime/islampos/wartapilihan (re-edit)



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *