Zalim terhadap Para Pejuang Islam, Alumni 212 Gruduk Kantor Facebook Indonesia


Massa Aksi 121 di depan kantor Facebook Jakarta, Jumat 12-1-2017 (Foto:CNN)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Presidium Alumni 212 hari ini menggelar aksi dengan bertajuk ‘121’ di kantor media sosial Facebook, Gedung Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Mereka menuntut pihak Facebook menghentikan kezaliman terhadap para pejuang Islam dan Muslim Cyber Army (MCA).”

HUMAS Presidium Alumni 212 Novel Bamukmin mengatakan, Aksi 121 merupakan tindakan untuk menuntut Facebook tentang dibloknya akun MCA dan pejuang Muslim. Padahal, itu merupakan akun dakwah dan kemanusian untuk membantu umat Islam Indonesia yang terkena musibah atau bencana alam.

“Selama ini akun-akun itu berjuang membantu masyarakat tanpa bantuan pemerintah yang justru seharusnya Kominfo membantu mendukung agar Facebook tidak diskriminasi terhadap akun aksi kemanusiaan itu, bukan malah bekerja sama dengan facebook dengan mesin barunya itu,” ujar Novel Jumat (12/1/2018).

Ia menjelaskan, masyarakat sangat perlu informasi di daerah yang terkena musibah. Mereka bisa cepat melapor ke akun-akun yang sudah diblokir itu.

Novel menambahkan, Presidium Alumni 212 juga menuntut Kominfo bersama sejumlah perusahaan media sosial segera memblokir akun-akun penista agama seperti Ade Armando yang masih aktif serta terus menghina agama dan ulama. Kemudian menghentikan akun-akun penista agama yang lain, juga akun LGBT, komunis, perzinahan, dan kemungkaran yang lain.

“Kami juga meminta untuk Facebook tidak mendukung kepada akun-akun yang digunakan untuk balas dendam menghantam rakyat dan mendukung politik penguasa untuk kepentingan pilkada dan pilpres yang penguasa membela penjajah asing,” pungkasnya. Demikian dikutip borneonusantaratime dari teropongsenayan, Jumat 12 Januari 2017)

Sementara menurut CNN Indonesia, ratusan peserta Aksi 121 yang tergabung dalam Aliansi Tolak Kedzaliman (ATK) Facebook yang berdemo di depan kantor Facebook Indonesia, gedung Capital Place, Jakarta, Jumat (12/1), membubarkan diri lantaran tak berhasil menemui pihak Facebook.

Perwakilan peserta aksi, salah satunya penasihat Presidium Alumni 212 Eggi Sudjana, sebelumnya memasuki gedung untuk bermediasi. Namun, mereka hanya dapat menemui Eko, Manajer Pengelola Gedung Capital Place, selama dua jam. Perwakilan peserta aksi akhirnya hanya menitipkan surat pernyataan.

Dalam pernyataan tersebut, ATK Facebook menuntut Facebook tidak semena-mena, lebih teliti, dan netral terhadap akun-akun umat Islam. Jika tidak dipenuhi, maka ATK Facebook akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar.

“Kalau siap menantang kita, kita tantang juga mereka sampai titik darah penghabisan,” cetus Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin, di hadapan massa.

Peserta aksi sempat melakukan salat Ashar berjamaah di badan Jalan Gatot Subroto sebelum membacakan surat pernyataan dan berdoa bersama.

Usai membacakan dan menyerahkan surat pernyataan, mobil komando memerintahkan massa membubarkan diri dengan damai. Mereka berterima kasih pada aparat keamanan yang sudah menjamin kelancaran aksi sejak siang hari.

Rombongan massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 16.15 WIB. Lantunan selawat dari mobil komando mengiringi kepulangan mereka.

Peserta aksi sebelumnya sampai di gedung Capital Place pukul 14.40 WIB, setelah berkumpul di masjid Al-Azhar. Mobil komando langsung diparkir menghadap kantor Facebook Indonesia ini.

Ratusan aparat keamanan yang terdiri dari kepolisian, tentara, dan satpam sudah berdiri tegak di depan gerbang. Beberapa di antaranya mengenakan peci putih.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia.com, jumlah peserta aksi tidak sampai seribu orang seperti yang ditargetkan pihak Aksi 121. Jumlah peserta hanya berkisar di angka 300-an, atau beda tipis dengan jumlah aparat keamanan gabungan yang berjaga.

Orasi-orasi disampaikan sejumlah tokoh dari atas mobil komando. Tokoh yang bertugas membakar semangat massa di antaranya Eggi Sudjana, Novel Bamukmin, dan Ali Al ‘Athos.

“Kalau Pemerintah tidak melakukan apapun, maka membuktikan mendukung pemblokiran. Mencegah dakwah Islam tidak berkembang,” ujar Eggi. *borneonusantaratime/teropongsenayan/CNN

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.