Tak Rela Pacar Move On, Siswi SMPN 6 ini Dihabisi Mantan Pacar


Pelaku Pembunuhan Siswi SMP-6- Ptk
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Api asmara dalam lingkaran ‘cinta monyet’ ini tiba-tiba berubah menjadi api cemburu, ketika diketahui mantan kekasih telah mendapat tambatan hati yang baru.”

SANG mantan kekasih pun meluapkan api cemburunya dengan menghabisi mantan pujaannya yang masih siswi kelas 3 di SMP Negeri 6 Pontianak Utara. Korban pun tak dapat lagi mengakhiri libur panjang sekolahnya, karena hidupnya telah diakhiri oleh mantan kekasihnya di hari pertama tahun baru 2018, Senin (1 Januari) sekira jam 01.30 WIB.

Setelah laporan diterima pada 01.45 WIB dan setelah olah TKP oleh Polsek Pontianak Utara dan Polresta Pontianak, dalam waktu hanya sekitar dua jam berikutnya pelaku berhasil dibekuk polisi.

Diketahui awal malam sebelumnya, pelaku –  Bun Jun Tjoi alias Afung (28), sedang ngumpul dengan teman-temannya mempersiapkan diri untuk menyambut  tahun baru. Sekitar jam 23.00, dia minta diantar pada seorang temannya ke rumah korban – Vella alias Lie Chu  (17) di Jl.Kebangkitan Nasional Dalam, Pontianak Utara. Pelaku sendiri juga warga Pontianak Utara, Jalan Parit Pangeran.

Dalam pertemuan dengan mantan pacarnya itu, terjadi pertengkaran hebat, karena pelaku tak rela kekasihnya move on ke lelakilain. Ujung-ujungnya  pelaku gelap mata dan menjerat leher korban dengan tali tas.Tragisnya pula, pelaku sendiri yang menghubungi adik korban  bahwa dirinyalah yang telah menghabisi mantan pacarnya itu di dalam kamar pribadi korban.

“Pelaku adalah mantan pacar, pembunuhan ini diketahui usai pelaku menghubungi pihak keluarga korban bahwa dirinya lah pelaku pembunuhan tersebut,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli.

Afung ternyata setelah itu berupaya kabur ke Kabupaten Sanggau,  kampung kelahirannya,   Reaksi cepat Tim Jatanras Polresta Pontianak, berhasil menghadang pelaku yang berkendara sepedamotor di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang.  Namun karena berusaha melakukan perlawanan dengan melarikan diri, terpaksa pelaku dilumpuhkan dengan timah panas dan selanjutnya diangkut ke Dokkes Polda Kalbar, untuk mengeluarkan ujung peluru yang bersarang di betisnya.

Terungkap dari keterangan Afung kepada penyidiknya, bahwa dia kesal mantan kekasihnya itu punya kekasih baru. Pelaku sendiri, setelah menghabisi sang mantan pacar berupaya mengakhiri hidupnya sendiri dengan menggantung diri, tapi talinya putus dan akhirinya menggiringnya ke balik jeruji besi untuk pasal 338 KUHP. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *