Pelecehan Seksual Pasien oleh Perawat di RS, Korban: Kamu puter-puter puting payu dara saya


Pelecehan Sex Pasien di RS Surabaya (youtube)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Beredar video tangisan seorang pasien yang mengaku mengalami pelecehan seksual di sebuah rumah sakit (RS). Bak pagar makan tanaman, pelaku pelecehan itu tidak lain adalah seorang perawat pria yang seharusnya bertugas menjaga pasien tersebut.”

VIDEO tersebut, beredar melalui media sosial hingga WhatsApp group.

Awalnya, seperti dilansir kumparan.com Rabu (24/1-2018), video pelecehan itu terjadi di sebuah RS di Surabaya, diunggah di akun Instagram milik korban. Video pertama menampilkan korban yang berada di atas ranjang dengan tangan masih diinfus.

Pasien perempuan itu tampak menangis dan diapit dua perawat wanita yang mencoba menenangkannya. Dia kemudian menunjuk seorang perawat laki-laki di depannya.

“Kamu ngaku dulu, kamu remas payudara saya kan, dua atau tiga kali?” ujar pasien wanita tersebut.

Perawat pria yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual itu hanya diam dan menunduk.

Perawat itu kemudian mengulurkan tangan untuk meminta maaf kepada pasien perempuan itu. Dia kemudian berkeliling untuk menyalami keluarga pasien perempuan lainnya yang berada di kamar rumah sakit tersebut.

Videogram kedua masih dengan latar yang sama. Di video ini terlihat pasien perempuan itu menangis. “Psikis saya, saya enggak bisa tidur, enggak bisa makan. Saya nangis,” ujarnya.

Video tersebut memicu kemarahan warganet di Instagram. Kebanyakan mereka mendesak agar korban melaporkan tindakan itu ke polisi.

“Lapor polisi saja Mbak, biar jera itu perawaat tidak punya etika!” ujar netizen bernama Rika di kolom komentar video tersebut.

“Laporin aja Mbak, biar jera sekalian. Biar oknum-oknum perawat nakal lainnya yang seperti ini enggak meremehkan. Saya yakin banyak oknum seperti ini di rumah sakit lain. Harga diri kita sebagai wanita jangan mau dilecehkan!” ujar komentar lainnya.

Polrestabes Surabaya menyatakan telah mengetahui video yang beredar tersebut. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, pihaknya kini tengah mendalami isi dari video tersebut.

“Kami dalami video ini,” kata Sudamiran kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (25/1).

Dalam pada itu pengelola rumah sakit bersangkutan mengaku sudah tahu adanya kejadian tersebut.

CEO National Hospital, Hans Wijaya, mengakui peristiwa itu terjadi di tempatnya bekerja.

“Betul itu di National Hospital. Oknumnya sudah ditindak tegas,” kata Hans kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (25/1-2018).

Hans belum bisa menjelaskan rinci hukuman yang diberikan. Siang ini pihak rumah sakit akan melakukan jumpa pers.*borneonusantaratime/kumparan

Komentar anda:

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.