Panas! Oso: Kalau Wiranto Setuju Pemecatan, Saya Pecat Balik. Kubu Sekjen HANURA di Ujung Tanduk?


Wiranto - Oso (foto,istimewa; desain.bnt)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang mengklaim, Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto tak setuju dengan pemecatan dirinya. Pria yang akrab disapa Oso itu menyatakan, akan memecat balik Wiranto jika ikut setuju pemecatan. “

“PASTI Pak Wiranto enggak setuju. Kenapa? Enggak ada dasar untuk memecat. Kalau dia setuju pecat (saya), saya pecat balik,” kata Oso usai rapat harian Hanura untuk persiapan Pemilu 2019, di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (15 Januari 2018).

Oso percaya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu tak setuju dengan langkah yang diambil Sarifuddin Suding Cs, dengan memecatnya sebagai ketua umum Hanura. Wiranto, kata Oso, adalah orang yang paham organisasi dan politik.

Wiranto mengatakan bahwa persoalan itu seharusnya tak perlu dibesar-besarkan sehingga bisa memperuncing persoalan. Ia mengatakan polemik itu bisa diselesaikan secara internal dengan merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Permasalahan di sana sudah ada payung hukumnya yaitu AD/ART. Kemudian kalau di sana ada rasa tidak puas, ada sesuatu yang kurang tepat, bisa diselesaikan dengan cara di internal dengan memenuhi AD ART partai disana,” ujar Wiranto di kantor Menkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (15/1).

Wiranto menyatakan dirinya saat ini belum mengambil sikap terkait polemik di internal partainya tersebut.

“Saya sebagai dewan penbina akan melihat terlebih dulu, kemudian memberikan sikap bagaimana menyelesaikannya,” ujar Wiranto.

Meski begitu, Wiranto mengatakan konflik di internal parpol merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Ia juga meminta persoalan bisa diselesaikan dengan baik di jajaran pengurus internal DPP Partai Hanura

“Itu hal yang biasa dalam proses parpol. Sehingga tak perlu kita khwatirkan, akan diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

“Tapi saya percaya bahwa partai Hanura sejak awal didesain untuk selalu memenuhi hasrat politiknya melalui AD/ART. Pak OSO saat terpilih jadi Ketum partai Hanura menggunakan mekanisme AD/ART. Sehingga kinerja beliau harus sesuai dengan AD/ART,” kata dia

Sebelumnya Kubu Sarifuddin Suding (Sekjen) menganggap sangat banyak pelanggaran yang dilakukan ketua umum terutama dalam menghadapi Pilkada serentak. Salah satunya itu adalah karena ia OSO) kerap menerbitkan Surat Keputusan (SK) ganda dan memungut uang mahar bagi calon kepala daerah.

SK ganda itu muncul akibat perubahan keputusan pengusungan calon kepala daerah dalam waktu singkat.

“Dia sudah buat SK (Surat Keputusan), dibuat dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen). Kemudian esoknya dia cabut lagi SK itu, diambil, dan diminta kepada Sekjen (Partai Hanura Sarifuddin Sudding) untuk menandatangani SK yang berbeda. Ya Sekjen menolak, karena malu dong,” kata Dadang, di Hotel Ambhara, Jakarta, Senin (15/1-2017).

Padahal, kata Dadang, kedua belah pihak sudah membayar mahar politik untuk pencalonan kepada partai. Imbas pembatalan SK itu, lanjut Dadang, memicu keributan yang mencoreng nama Partai Hanura.

“Ini kan aib ya. Mahar diambil, SK nya diganti, maharnya tidak dikembalikan. Ini kan sudah mencoreng Partai Hanura,” cetus dia.

Kubu Sekjen Sarifuddin Suding di Ujung Tanduk?

Menanggapi kisruh internal partai yang dibidani oleh Wiranto tersebut, OSO menegaskan, pihaknya akan menindak tegas dan kalau perlu pemecatan terhadap siapa saja yang telah melanggar AD/ART partai.

OSO-Suding

“Ini hanya dilakukan oleh sebagian kecil orang yang akan merusak partai. Kita akan tindak tegas siapa pun,” kata Ketum (Oesman Sapta Odang yang akrab dengan initial namanya, OSO itu) usai rapat harianDPP Partai HANURA, di hari yang sama (Senin 15/1-2017) di Jakarta.

Terkait isu adanya uang mahar  bagi para calon peserta Pilkada, kata OSO, itu merupakan oknum dan menjadi tanggung jawab yang bersangkutan masing-masing.

“Kalau ada isu calon-calon legislatif di DPR RI harus membayar satu sampai dua miliar rupiah, itu bohong, yang ada justeru kalau ada kader potensil, maka partai yang akan membiayai,” tegas Ketua DPD RI asal Kalbar, Sukada – Kabupaten Kayong Utara itu. What nex? *borneonusantaratime/CNN/berbagaisumber > re-edit.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.