Mahar Punya Cerita, Alumni 212 Bersekutu dengan La Nyalla Lawan Gerindra, PKS, dan PAN


konferensi pers la nyalla dan pengurus presidium alumni 212 (foto:netralnews)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - CopySekjen Forum Umat Islam (FUI) yang juga pengurus Presidium Alumni 212 Muhammad Al Khaththath, menyampaikan keprihatiannya setelah mendengar pernyataan La Nyalla Mattalitti. La Nyala mengaku diminta mahar oleh Partai Gerindra untuk direkomendasikan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.”

“KAMI prihatin kasus yang dihadapi oleh La Nyalla,” ujar Al Khaththath saat menggelar konferensi pers bersama La Nyalla di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11 Januari 2018).

Selain itu, Al Khaththath juga menyatakan kekecewaannya, karena La Nyalla dan beberapa tokoh lain yang direkomendasikan oleh Alumni 212 untuk di dukung oleh Partai Gerindra, PKS, dan PAN, dalam Pilkada serentak 2018 ini, tidak digubris.

“Surat rekomendasi calon kepala daerah itu diteken oleh KH Abdul Rosyid Abdullah Syafii. Jadi, Kita kan menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan Aksi Bela Islam 212 yang sangat fenomenal,” ucap dia.

“Beberapa nama yang kami ajukan kepada pimpinan partai agar kader dari Aksi 212 itu, dari 171 pilkada, kita hanya minta lima agar bisa diberikan rekomendasi khusus. Namun tidak satu pun yang diberikan rekomendasi,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut Al Khaththath, dalam waktu dekat pihak mengadakan pertemuan dengan para ulama agar mengevaluasi kembali dukungan Alumni 212 terhadap Partai Gerindra, PKS, dan PAN.

Insya Allah dalam waktu dekat kita sampaikan ke ulama, bagaimana politik transaksional, bagaimana fatwanya. Pertemuan dengan ulama akan dievaluasi kembali, tiga partai ini. Ini jadi bahan musyawarah ulama,” jelas Al Khaththath.

Sebelumnya, kader Gerindra La Nyalla M Mattalitti mengaku diminta uang Rp40 miliar oleh Prabowo Subianto dan Rp170 miliar oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Supriyanto, untuk direkomendasikan maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.

La Nyalla mengaku telah memberikan Rp5,9 miliar. Selain itu, ia juga sudah menyiapkan cek sebesar Rp70 miliar. Cek itu baru akan dicairkan jika ia telah direkomendasi maju sebagai cagub Jatim.

Meski sudah memberikan sejumlah uang, La Nyala tak kunjung direkomendasikan. Justru Partai Gerindra mendukung Gubernur Saifulah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno Putri di Pilkada Jatim 2018.

Kejadian ini membuat La Nyalla kecewa dan memutuskan mengundurkan diri dari Partai Gerindra, serta menyatakan tidak akan mendukung Ketua Umum Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.

“Mohon maaf saya orang b*go kalau masih mau mendukung Prabowo. Saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 sampai kemarin bendera Gerindra di Jawa Timur saya pasang. Balasannya dia sia-siakan saya. Saya tidak akan lagi di Gerindra,” ujar La Nyala.*borneonusantaratime/netral.news

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.