Huru Hara Hanura Ronde ke-2, Serangan Balik Sarifuddin Suding


Sarifuddin Suding dan peserta Munaslub Hanura, Kamis 18-1- 2018 di Jakarta.
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Turunnya Wiranto ke arena huru-hara Partai Hanura, ternyata tidak dapat mengakhiri perpecahan di tubuh partai yang diharapkan bisa membawa suara hati nurani rakyat ini.”

SEBELUMNYA Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto memastikan partainya tidak akan menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa, apalagi menurunkan Oesman Sapta Odang dari jabatan ketua umum. Bagi mantan panglima ABRI ini, konflik yang terjadi sekarang masih bisa diatasi.

“Tidak ada (munaslub), kami akan lakukan evaluasi. Tidak ada itu istilah munaslub,” kata Wiranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17 Januari 2018).

Namun DPP Partai Hanura kubu Sarifuddin Sudding resmi memberhentikan Oesman Sapta Odang sebagai ketua umum dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Sebagai pengganti, Munaslub mengukuhkan Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo sebagai ketua umum.

“Munaslub Hanura 2018 mengusulkan dan menetapkan Pak Daryatmo sebagai ketua umum dan memberhentikan saudara Oesman Sapta Odang,” ucap Pimpinan Munaslub Rufinus Hutahuruk dalam Munaslub di DPP Hanura, di Jalan Raya Hankam, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18 Januari 2018). Dilansir kumparan.com

“Setujuu….!!!!” sahut peserta Munaslub, yaitu DPP, 24 DPD tingkat provinsi dan 401 DPD tingkat kabupaten kota.

“Jadi kita akan menetapkan seluruh putusan yang telah disampaikan DPD, termasuk hal-hal kemudian kita akan menentukan formatur yang akan melanjutkan proses pemilihan dan pembentukan sistem, struktur, dan aturan yang berlaku di partai Hanura ini,” imbuh Rufinus.

Setelah pengukuhan itu, acara dilanjutkan dengan sambutan Daryatmo, lalu doa dan mars partai sebelum akhirnya tutup. Pengukuhan Daryatmo ini membuat Hanura benar-benar terbelah dalam dua kepengurusan, kini menjadi kubu Daryatmo dan kubu OSO.

Perpecahan  bermula dari sikap mayoritas pengurus Hanura yang menggulirkan mosi tidak percaya alias melengserkan Ketua Umum Oesman Sapta, karena dianggap melanggar aturan organisasi. Mulai dari memberhentikan pengurus sepihak, rekomendasi Pilkada juga sepihak, hingga soal pengelolaan keuangan partai.

Lewat forum rapat DPP dan DPD, kubu Sudding lalu memberhentikan OSO dan mengangkat Daryatmo sebagai Plt ketua umum. Sebagai respons atas hal ini, giliran OSO yang memberhentikan Sudding sebagai sekjen dan mengangkat keluarga besan Jokowi, Harry Lontung Siregar sebagai pengganti. *borneonusantaratime/kumparan/teropongsenayan

Komentar anda:

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.