Palu Hakim Kusno Akhiri Drama “Papa Sakit Melulu”


Hakim Kusno
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Hakim prapradilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kusno mengakhiri  ‘drama komedi Papa Sakit Melulu’, Setya Novanto,  tersangka korupsi pengadaan e-KTP.”

DALAM putusannya, hakim Kusno menetapkan permohonan pra pradilan (jilid II) yang dimajukan mantan Ketua DPR itu, gugur. Berdasarkan bukti-bukti dari termohon –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahwa sidang pokok perkara dengan terdakwa Pemohon (Setnov) telah berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Menyatakan Pasal 82 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang frasa suatu perkara sudah mulai diperiksa tidak dimaknai permintaan praperadilan gugur ketika pokok perkara telah dilimpahkan dan telah dimulai sidang pertama terhadap pokok perkara atas nama terdakwa/pemohon praperadilan. Menetapkan menyatakan praperadilan yang diajukan pemohon gugur,” kata hakim Kusno, Kamis (14 Desember 2017).

“Demikian putusan sidang saya bacakan,  sudah jelas, maka praperadilan gugur. sudah tidak dimungkinkan lagi diajukan upaya hukum,” jelas Kusno.

Putusan berdasarkan pasal 82 ayat 1 (d) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).  yang berbunyi: Dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa Pengadilan Negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur.

Ia didakwa menerima hadiah  uang sebesar US$7,3 juta dan satu jam tangan merk Richard Mille seri RM 011 senilai US$135 ribu dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan Johannes Marliem. terkait proyek pengadaan e-KTP. Memperkaya diri sendiri dan sejumlah pihak, beberapa anggota DPR periode 2009-2014 dan korporasi.Dengan demikian Setnov yang selalu saja bersiasat sakit, tetap jadi pesakitan terdakwa  dugaan korupsi e-KTP di PN Tipikor Jakarta, setelah JPU KPK, Rabu (13 Des)  membacakan dakwaannya.

Setnov dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. *borneonusantaratime

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *