Enam Budak Pontianak Terancam Hukuman Mati, Satu Melawan Dadanya Ditembus Peluru Polisi


Tiga diantara enam tersangka yang diborgol polisi (foto:tribunpontianak)Tiga diantara enam tersangka yang diborgol polisi (foto:tribunpontianak)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Enam ‘budak’ (anak) Pontianak yang nekat melibatkan diri dalam jaringan internasional  perdagangan narkotika jenis sabu seberat 3,3 kg dan belasan ribu pil ekstasi, terancam hukuman maksimal, mati!”

MEREKA tercium polisi membawa barang haram  via Malaysia (Sarawak) berkendara sepedamotor,  melalui jalan tikus yang banyak terdapat di perbatasan Kalimantan Barat – Sarawak (Malaysia Timur).

Terungkapnya aksi mereka, kata Waka Polda Kalbar – Brigjen Amrin Remico membeberkan pada jumpa pers di Mapolda, Senin (11 Des 2017), merupakan hasil kerjasama antara Polda Kalbar dan Polsek Entikong (perbatasan) Kabupaten Sanggau.

Keenam pelaku RV, HR, AL, IY, ID, dan DN. Dua di antaranya wanita, sedangkan ID dan DN  adalah pasangan suami isteri. Mereka dihadirkan bersama barang bukti berupa 3,3 kg sabu dan 14.000 pil ekangstasi, juga disita barang bukti lain berupa uang tunai senilai Rp.300 juta dan sejumlah perhiasan emas.

Awalnya aparat Polsek Entikong mencium ada dua orang yang menerima barang kiriman dari Malaysia di perbatasan, lalu menembus jalan tikus di hutan perbatasan menggunakan sepedamotor   Ninja R-150. Sewaktu dilakukan pencegatan, Sabtu (9 Des 2017) jam 22.00 WIB, keduanya (RV dan HR) tertangkap tangan membawa 3,3 kg sabu dan 14 bungkusan berisi 14.000 pil ekstasi di dalam tas yang digantung di stang sepedamotor tersebut.

“Jadi ada pelaku lain dari Malaysia yang menyerahkan barang bukti itu kepada RV dan HR yang sudah menunggu di perbatasan,” jelas Wakapolda.

Dengan cepat dilakukan pengembangan di Pontianak bekerjasama dengan Subdit 1 Resnarkoba Polda Kalbar, paginya sekira jam 07.15 WIB berhasil dilakukan penangkapan terhadap jaringan yang merupakan pasangan suami isteri ID dan DN di Jl. Ya’M.Sabran, Pontianak Timur yang berperan selaku pilot (pengarah) perdagangan barang haram itu.

Dalam pengembangan lebih lanjut, jelas Wakapolda Kalbar – Brigjen Amrin Remico, disergap pula AL dan IY di Jl.Tritura, Kelurahan Tanjung Hilir, Pontianak Timur. “Karena IY melakukan perlawanan saat akan ditangkap, dilakukan tindakan tegas dengan tembakan dan mengenai dada sebelah kanan,” jelasnya. Kini IY dalam perawatan intensif di RS St Antonius, Pontianak.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar – Kombes Purnama Barus mengatakan, geografis perbatasan Indonesia/Malaysia merupakan keuntungan yang dimanfaatkan para pelaku untuk leluasa menyelundupkan barang haram tersebut ke Indonesia. Dalam waktu dua bulan terakhir saja, sudah dua kasus narkotika jaringan internasional di Kalbar, dengan total lebih 6 kg, belum termasuk barang bukti lain seperti uang tunai ratusan juta rupiah. *borneonusantaratime

*editor: effazola



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *