Dua Bulan DPO, Penyuplai Sabu untuk Jatim Ditangkap di Kampung Beting, Pontianak


ZA saat akan digelandang ke Bandara Internasional Supadio Pontianak untuk diterbangkan ke    Surabaya (foto:rakyatkalbar)ZA saat akan digelandang ke Bandara Internasional Supadio Pontianak untuk diterbangkan ke Surabaya (foto:rakyatkalbar)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Tersangka kemarin berhasil kita tangkap di Beting dan sudah kita serahkan ke Polda Jatim,” kata Dirserse Narkoba Polda Kalbar – Kombes Purnama Barus kepada sejumlah awak media di markasnya, Jl. Zainuddin, Pontianak, Rabu (13 Des 2017).”

DIJELASKANNYA, tesangka berinitial ZA ditangkap di kediamannya itu di Kampung Beting – Pontianak Timur. Dia buronan Polda Jatim (Jawa Timur), dan berhasil dibekuk tim gabungan Ditserse Polda Kalbar dan Polda Jatim.

ZA, kata Purnama Barus, adalah penyuplai Sabu untuk Jatim dan dua bulan dalam DPO Polda Jatim sebelum akhirnya di bekuk di kediamannya tersebut. Perburuan terhadap ZA karena berhasil melarikan diri saat akan ditangkap di Surabaya, sementara dua rekan bisnis barang haramnya berhasil diringkus pada September lalu.

Sejak saat itulah ZA masuk DPO sampai akhirnya diketahui balik kampung di Beting dan kali ini diringkus tanpa perlawanan.

Diakui Purnama Barus, memang pada penangkapan ZA,  tidak ditemui adanya barang bukti dalam penggeledahan di rumah maupun di kebunnya. Namun menurut Kasubdit II Ditres Narkoba Polda Jatim – AKBP Indra, penangkapan terhadap ZA merupakan pengembangan terhadap dua tersangka  jaringan ZA yang  ditangkap sebelumnya, yaitu R warga asal Madura dan H warga Pontianak yang menerima penyuplaian barang dari ZA seberat 132 gram.

Keduanya ditangkap di sekitar Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Sementara ZA lolos dan buron sampai akhirnya diringkus kemarin.

Kombes Purnama Barus meyakini, barang haram terkait jaringan ZA tersebut ada hubungannya dengan jaringan internasional Malaysia, karena umumnya narkoba yang ada di Kalbar bersumber dari tanah seberang, Malaysia.

“Nanti rekan kita di Jawa Timur yang akan mengembangkannya lagi. Proses penanganannya di Jawa Timur,” pungkasnya. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *