Presiden Jokowi Nilai, Prof.Lafran Pane Layak jadi Pahlawan Nasional


Lafran Pane-HMI
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengusulkan agar pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Prof. Lafran Pane, ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional karena berdasarkan jejak perjuangannya yang sudah diuji kesahihannya di 27 kampus di Indonesia.”

LAFRAN Pane  lahir di Padang Sidempuan Kabupaten Tapanuli Selatan pada 5 Februari 1922. Lafran Pane, Prof., Drs., menyelesaikan pendidikan Ilmu Politik pada 1953 di UGM (universitas Gajah Mada) Yogyakarta. Ia wafat pada 25 Januari 1991.

Lafran Pane adalah pendiri HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) pada 5 Februari 1947, saat ia baru berusia 25 tahun.  Dalam perkembangannya,  alumni organisasi mahasiswa Islam terbesar ini – tak  sedikit andilnya terjun menjadi SDM yang nasionalis religius dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia di berbagai sektor.

“Presiden menyampaikan, bahwa Profesor Lafran Pane itu memang layak menjadi pahlawan nasional”, kata Prof. Moh. Mahfud M.D., Ketua KAHMI dalam keterangan pers usai bersama pengurus KAHMI menemui Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Sementara Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Jakarta, Jumat (3 November 2017) siang.

Mahfud menambahkan, insya Allah pada tanggal 9 atau 10 November, Presiden Jokowi akan menganugerahkan gelar itu kepada Profesor Lafran Pane.

Kehadiran pengurus KAHMI ke Istana Merdeka, Jakarta, menurut Mahfud M.D., dimaksudkan untuk melaporkan rencana penyelenggaraan Musyawarah Nasional KAHMI, di Medan, Sumatera Utara, pada 17 dan 18 November mendatang.

“Kami mengundang Presiden Jokowi karena kami sangat berharap acara kami dapat dikunjungi oleh seorang Kepala Negara,” ujar Mahfud.

Presiden Jokowi, lanjut Mahfud, menyatakan insya Allah akan hadir membuka Munas KAHMI  tanggal 17 November 2017 di Medan, Sumatera Utara, yang akan dihadiri oleh sekitar 1.400 utusan dari seluruh Indonesia.

Selain Mahfud M.D.,  hadir juga dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka tersebut, antara lain tokoh  KAHMI  dari Angkatan ’66, Akbar Tanjung.Empat-Tahun-Tetap-Bersama-borneonusantaratime

Sebelumnya, dalam bulan April 2017, Walikota Pontianak – Sutarmidji menyebut, sudah selayaknya Lafran Pane menjadi Pahlawan Nasional,  dilihat dari jasa-jasa almarhum dalam pembangunan bangsa Indonesia. 

 Ketika itu sedikitnya 300 mahasiswa/wi HMI dan KAHMI dari 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar memadati aula rumah jabatan Walikota Pontianak, dalam kegiatan Road Show bertajuk ‘Jejak Langkah Prof.Drs.Lafran Pane Berjuang untuk Umat dan Bangsa’, dalam rangka mendorong pemerintah untuk menetapkan Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Pembicara dari Presidium Majelis Nasional KAHMI, DR.Ir.H.Akbar Tanjung, dan Dr.Ir.Fanshurullah Asa, MT.

HMI dan KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) memandang wajar mengusulkan Lafran Pane menjadi Pahlawan Nasional. Tak ketinggalan HMI dan KAHMI cabang Pontianak, ketika itu, Sabtu (16 April2017),  secara resmi juga menyuarakan usulan untuk bersama-sama mendorong pemerintah mendukung usulan tersebut.

“Sudah selayaknya Lafran Pane menjadi pahlawan nasional, dilihat dari jasa-jasa beliau dalam membangun, mempertahankan,  meningkatkan serta memperjuangkan  kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia,” kata Walikota Pontianak Sutarmidji antara lain dipetik dari kata sambutannya. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *