PERADI Kalbar Selenggarakan Pendidikan Advokat Angkatan VIII


Agus Adam P.Ritonga (foto:dok.bnt)Agus Adam P.Ritonga (foto:dok.bnt)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Untuk kedelapan kalinya PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) Kalimantan Barat menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Pontianak.”

 PKPA adalah pendidikan profesi yang merupakan satu syarat untuk menjadi Advokat, bertujuan untuk menyiptakan Advokat-advokat yang berperilaku baik, jujur, bertanggungjawab, adil dan mempunyai integritas yang tinggi.

PERADI sendiri merupakan organisasi advokat yang dimaksud di dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2003 (“UU No.18/2003”) tentang Advokat, yakni bahwa PERADI merupakan satu-satunya wadah profesi Advokat yang bebas dan mandiri yang dibentuk sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini.

Demikian disampaikan oleh Ketua Bidang Pendidikan PKPA Kalbar – Agus Adam P.Ritonga, SH.,MH kepada borneonusantaratime, Sabtu (18 November 2017) malam.

Menurut dia, PKPA Kalbar ke delapan kalinya akan diikuti 30 peserta dari elemen masyarakat yang berbasis disiplin ilmu hukum. Dibuka pada Minggu (19 November 2017) pagi, bertempat di aula Magister Hukum Universitas Tanjungpura (Untan) Jl.Imam Bonjol, Pontianak.

Pendidikan yang akan diberikan sebanyak 8 kali pertemuan dalam satu bulan (Sabtu dan Minggu), meliputi sejumlah mata pelajaran baik pidana maupun perdata, kode etik advokat, dan wawancara. Pendidiknya selain dari Magister Untan yang tentunya sudah strata S2 / S3, juga dari praktisi hukum PERADI sendiri yang minimal S2.

Menurut Agus pula, setelah mengikuti PKPA, peserta tidak serta merta menjadi Advokat, namun mesti mengikuti pula ujian advokat guna menentukan lulus tidaknya peserta yang bersangkutan untuk menggeluti dunia advokat.

Hingga Angkatan VIII PKPA Kalbar, menurutnya, sudah menelorkan sekitar 300 Advokat. Ditanya, apakah jumlah sebanyak itu tidak membeludak buat Kalbar? Menurutnya, dengan ratio jumlah penduduk yang ada (lk.5,3 juta jiwa, Red.), advokat di Kalbar masih diperlukan. Lagipula profesi Advokat  bisa berpraktik di mana saja.

Kegiatan ini, terang Agus Ritonga, merupakan kerjasama antara PKPA dengan PERADI, dan PMIH (Program Magister Ilmu Hukum) Untan. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *