Hidayat Nur Wahid:Tidak Benar Kalau Islam Anti NKRI


Hidayat Nur Wahid (foto:humas-mpr)Hidayat Nur Wahid (foto:humas-mpr)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan, bahwa NKRI lahir dari perjuangan para pahlawan dan peran para ulama.”

HAL ini disampaikan HNW saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar di di Yayasan Ibnu Abbas, Komplek Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an (PPTQ), Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14 November 2017) petang.

Dalam pidatonya, HNW menyinggung peran beberapa tokoh, mulai dari Pendiri Dewan Dakwah Islam Indonesia – Mohammad Natsir, Panglima TNI pertama – Jenderal  Sudirman yang sekaligus tokoh Muhammadiyah.

“Natsir”, ujarnya, dengan berani menyampaikan Mosi Integral di hadapan Sidang Paripurna DPR RIS 3 April 1950.

Mosi itu menghendaki Indonesia kembali ke bentuk NKRI. Mosi itu didukung para politisi dan Mohammad Hatta.

Akhirnya, pada 17 Agustus 1950, Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan NKRI, setelah Januari 1946 hingga April 1950 berbentuk RIS.

“Itulah jejak-jejak perjuangan umat Islam menjaga keutuhan NKRI. Karena itu tidak benar kalau Islam dan  Indonesia didikotomikan. Tidak benar kalau dikatakan Islam anti NKRI,” kata dia.

Dia mengingatkan, anak bangsa seharusnya tidak melupakan sejarah dan perjuangan para kiyai, ulama yang berjuang menyatukan NKRI. Indonesia pada awalnya adalah negara yang terkotak-kotak dan terbagi menjadi negara serikat. *borneonusantaratime/teropongsenayan



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *