Sultan Syarif Melvin Alkadri: Seni Budaya adalah Akar Peradaban Sarana Persatuan Bangsa


Sultan Pontianak IX Syarif Mahmud Melvin Alkadri saat menyampaikan sambutan HUT 246 PontianakSultan Pontianak IX Syarif Mahmud Melvin Alkadri saat menyampaikan sambutan HUT 246 Pontianak
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Acara pokok peringatan Hari Jadi ke 246 Kota Pontianak yang digelar swadiri oleh Kesultanan Kadriyah, dibuka resmi dengan pemukulan tar oleh Wakil Walikota Ir.H.Eddy Rusdi Kamtono, MT dan Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie, SH Jumat (20 Oktober 2017) malam di Istana Kadriyah.”

INI merupakan HUT kali pertama yang diselenggarakan oleh keluarga Kesultanan Kadriyah setelah peringatan-peringatan sebelumnya diselenggarakan oleh Pemkot Pontianak.

Patut diketahui, Kota Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurahman Alkadri, hasil temuan para peneliti di era pemerintahan Walikota Siswoyo (tahun 1971), diketahui, resmi dirikan pada 23 Oktober 1771.

“Kegiatan Budaya ini, adalah perhelatan perdana yang digagas oleh keluarga besar Kesultanan Pontianak untuk memperingati hari jadi Kota Pontianak,  yang sebelumnya selalu digelar secara reguler oleh pemerintah Kota Pontianak,” kata Sultan Pontianak IX – Syarif  Machmud Melvin Alkadrie mengawali kata sambutannya di atas panggung di halaman depan Istana Kadriyah yang megah.

“Landasan berpikir  kegiatan yang kami buat sederhana ini tak lepas dari pemahaman, bahwa keberadaan Kesultanan Pontianak dengan keberadaan Kota Pontianak secara historis adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan”,  lanjut Sultan.Empat-Tahun-Tetap-Bersama-borneonusantaratime

Olehkarena itu, urainya,  kami banyak mengucapkan terimakasih kepada pemerintah kota Pontianak yang kami nilai konsisten memegang komitmen untuk tetap menyemarakan peringatan hari jadi ke 246 kota Pontianak ini.

“Melalui gelar seni budaya, akan lahir  generasi muda yang dapat melestarikan seni budaya yang pernah tumbuh-berkembang di lingkungan istana Kadriyah Kesultanan Pontianak ini”, ungkapnya.

Sultan juga mengucapkan terimaksih kepada seniman. Budayawan, intansi pembina serta mitra kerja yang perduli terhadap pengembangan seni dan budaya sebagai bentuk apresiasi  terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.  “Saya merekomendasikan gelar seni budaya Kesultanan Pontianak sebagai kegiatan yang patut didukung dan dilaksanakan tiap tahun dengan bersinergi bersama Pemerintah Kota Pontianak,” ujar Sultan.

Kepada semua pihak yang telah berperan dalam kegiatan ini, Sultan Pontianak IX itu mengajak berjuang bersama memajukan seni budaya yang menjadi akar peradaban serta sebagai sarana persatuan bangsa,

Salah satu sudut serambi istana tempat paran foto napak tilas Sultan Syarif Abdurahman Alkadri hingga Sultan IX sekarang, Syarif Machmud Melvin Alkadri

Salah satu sudut serambi istana Kadriyah tempat pameran foto napak tilas Sultan Syarif Abdurahman Alkadri dan hingga Sultan IX sekarang, Syarif Machmud Melvin Alkadri

Ada pantun dalam bahasa Melayu Pontianak disampaikan Sultan Melvin menutup sambutannya :

Kain katun panjang sedepak

Hendak disulam di waktu malam

Dengan momentum hari jadi Kota Pontianak

Kite eratkan rase persaudaraan

 

Burung Garuda lambang negara

Negeri Indonesia tempat berpijak

Istana Kadriyah cagar budaya

Jadi kebanggaan orang Pontianak

 

Gadis ayu pandai berdandan

Pandai pulak berdendang lagu

Seni Budaya Melayu kita lestarikan

Kita pertahankan sampai ke anak cucu.

Pagelaran dengan berbagai even hingga penutupan pada 25 Oktober 2017 di lingkungan Istana Kadriyah tersebut, dibuka secara resmi oleh Sultan Syarif Machmuda Melvin Alkadrie dan Walikota Pontianak – Eddy Rusdi Kamtono dengan pemukulan tar.

(Baca Artikel terkait > 15 Oktober 2017 > Pariwisata dan Budaya : Dengan tema Merajut Budaya Membangun Peradaban, Kerajaan Kadriyah Rayakan Hari Jadi ke-246 Kota Pontianak)

Wkl Walikota Eddy Kamtono bersama Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadri dan karib kerabat serta undangan sata makan malam berseprah di balairung Istana Kadriyah.

Wkl Walikota Eddy Kamtono bersama Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadri dan karib kerabat serta undangan sata makan malam berseprah di balairung Istana Kadriyah, 20 Okt 2017.

Acara pada  malam pembukaan ini juga dihadiri oleh sejumlah karib-kerabat Kesultanan unsur pimpinan Kecamatan Pontianak Timur – kecamatan  tempat lokasi Istana Kadriyah, serta segenap lapisan masyarakat yang memadati halaman istana yang bernuansa kuning cerah itu.

Pada acara pembukaan ini, menampilkan sosio drama (bernarasi) perjalanan Abdurahman Alkadri ketika menghalau ribuan hantu Pontianak (kuntilanak), lalu mendirikan kota yang diberi nama Pontianak, hingga Abdurahman Alkadri dinobatkan menjadi Sultan Pontianak yang pertama.

Selanjutnya Wakil Walikota Pontianak – Eddy Rusdi Kamtono melakukan pengguntingan pita, membuka pameran foto perjalanan Sultan Syarif Abdurahman Alkadri hingga berbagai peristiwa yang dilalui para Sultan Pontianak  hingga Sultan Pontianak IX sekarang, Syarif Machmud Melvin Alkadri.

Makan berseperah di balairung Istana Kadriyah menutup seluruh acara malam pembukaan yang bernuansa Islami ini. *borneonusantaratime

 

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *