Bersama Limbas Nonton Bareng Filem Penghianatan G30S/PKI, Apa Limbas itu?


Ketua Limbas, Ustadz Syarif Kurniawan, SHKetua Limbas, Ustadz Syarif Kurniawan, SH
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Limbas dan LPI Kota Pontianak tak ketinggalan menggelar nonton bareng filem penghianatan G30S/PKI, Sabtu (30 September 2017), bertepatan dengan 52 tahun silam peristiwa berdarah yang menewaskan 7 Pahlawan Revolusi tersebut.”

Empat-Tahun-Tetap-Bersama-borneonusantaratime

ACARA nonton bareng ini merupakan kerjasama dua wadah organisasi Limbas dan LPI Arahmah – yang diselenggarakan di Sekretariat kedua organisasi ini, di Jalan Seram – Pontianak Selatan. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Limbas, sementara di beberapa lokasi di kota Pontianak, juga digelar kegiatan yang sama.

Ketua Limbas Pontianak – Syarif Kurniawan yang akrab disapa dengan nama Ustadz Wawan, dalam kata sambutannya sebelum acara dimulai menguraikan ringkas tentang organisas yang dipimpinnya.

Logo Limbas

Logo Limbas

Limbas, jelasnya, singkatan Lintang Mati Berbayang Serang serta LPI Arahmah adalah  Lembaga Pendidikan Islam Arahmah. Limbas telah ada sejak tahun 2010, sekarang keberadaan Limbas secara legal formal de facto sudah diakui dengan SK Menkum Ham, berbentuk perkumpulan persaudaraan Lintang Mati Berbayang Serang.

Dituturkan, bahwa Limbas berawal dari sebuah persaudaraan perguruan bela diri, yaitu silat – dimana kita memang lagi menghidupkan kembali budaya bela diri, seni khususnya kesenian Islam yaitu silat. Limbas di Pontianak dan sekitarnya sudah beranggotakan 120 orang dengan guru besar Muhammad Jumadi.

“Limbas tidak hanya berkaitan dengan perguruan silat, karena apalah artinya kalaulah seorang pendekar, Islam, tetapi tidak mempunyai pegangan dari sisi keimanan dan juga ilmu agama,” ujar Ustadz Wawan.

Untuk itu, katanya, kita bermetaforfosa, berproses, sehingga kita sekarang mempunyai program, yaitu pendidikan ataupun penguatan keimanan dan ketaqwaan berupa pelajaran dalam taklimu-taklim dalam bentuk tauhid, fikih, dan juga akan mengajar mengaji. Semua laskar Linbas harus utuh mengikuti tiga program ini.

“Kami sangat terbuka bagi khusus umat Islam yang ingin bergabung dengan Limbas, yang harus meninggalkan kemaksiatan dan juga harus siap mengikuti aturan atau kode etik di dalam perguruan Limbas ini, dengan kegiatan setiap malam Jumat, ba’da magrib/isya,” paparnya.

“Bukan anak-anak lagi belajar mengaji, dewasa juga jangan malu,” jelasnya.

Lebih jauh Ustadz Wawan menjelaskan, ke depan Limbas juga punya program ketahanan ekonomi yang antara lain akan membentuk Koperasi Syar’I yang tidak keujung-ujungnya ke Riba’.

“Kita, juga sudah melakukan aksi-aksi sosial seperti peduli bencana, peduli anak yatim, peduli orang-orang susah. Dan juga telah membentuk tim avokasi bagi orang yang memerlukan bantuan hukum dan sudah berjalan,” tutupnya.

Massa Limbas

Massa Limbas

Acara nonton bareng filem penghianatan G30S/PKI tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Pontianak – Eddy Rusdi Kamtono, Kapolsek Pontianak Selatan, dan saksi sejarah peristiwa kelam 1965 itu, yang masing-masing menyampaikan kata sambutan dan pengalaman terkait peristiwa yang harus dikawal jangan sampai terulang kembali.

Undangan lain dan massa perguruan Limbas beserta keluarga memenuhi tenda dan sekretariat organisasi penyelenggara tersebut, antusias nonton bareng, walaupun hujan lebat sejak awal kegiatan hingga akhir.

Ada juga penandatanganan pada spanduk panjang warna putih berlambang Limbas, bertuliskan Tolak Kebangkitan PKI. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *