Aksi 299: Ada yang Ingin Coba Pisahkan Islam dari Negara


Massa Aksi 299 (foto;okezone)Massa Aksi 299 (foto;okezone)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Akhir-akhir ini ada satu indikasi bahwa ada sekelompok yang ingin mencoba memisahkan Islam dari negara, bahkan mereka berupaya jauhkan Islam dari nilai-nilai Pancasila, padahal tidak bisa dipungkiri, Indonesia merdeka adanya peran kita umat Islam.”Empat-Tahun-Tetap-Bersama-borneonusantaratime

UJARAN tersebut disampaikan oleh Slamet Maarif – Ketua Presidium Alumni Aksi 212 dalam orasinya di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (29 September 2017).

Ia mengatakan, Perppu Ormas merupakan aturan yang ingin menjauhkan Islam dari negara. Menurutnya, Perppu tersebut merupakan bentuk sikap otoriter pemerintah seperti Orde Baru.

Untuk itu, ia mengajak seluruh umat Islam untuk menolak Perppu Ormas.

“Umat Islam harus tolak Perppu Ormas ini,” tegasnya.

Ia juga menyoroti adanya indikasi kebangkitan ideologi komunisme. Slamet menjelaskan, saat ini ada beberapa pihak yang ingin mencabut TAP MPRS nomor 25 tahun 1966. (Ketetapan tentang PKI sebagai partai terlarang).

“Kita ingatkan siapapun anggota DPR, catat baik-baik dari partai manapun yang coba ingin cabut kembali Tap MPRS 25, berarti dia musuh umat Islam,” tandasnya.

Perppu Ormas Menyengsarakan Rakyat

Sementara salah satu orator aksi 299 mengecam langkah pemerintah menerbitkan Perppu No.2/2017 tentang Ormas.

“Perppu ormas menyengsarakan rakyat yang beragama. Pemerintah sembarangan membuat perppu. DPR budek, buta. Maka ini perppu jadi uu. Ini tidak sesuai dengan keinginan,” kata sang orator di depan pintu gerbang Gedung DPR-RI itu.

“Kalau ada ormas yang tidak sesuai dengan pemerintah, itu bisa ditangkap. Dipenjarakan,” sambungnya.

Bahkan, lanjut dia, akhir-akhir ini ada indikasi memisahkam Islam dari negara.

“Bahkan menjauhkan Islam dari Pancasila. Padahal negara Indonesia ada, untuk kemerdekaan karena saham terbesarnya dari umat Islam. Pancasila hadiah umat Islam,” tegasnya.

Menurutnya, munculnya Perppu ini adalah bentuk otoriter baru.

“Akan melahirkan kezaliman baru. Karenanya umat islam wajib tolak perpu ormas,” tandasnya.

“Setelah perppu ormas disahkan banyak aktivis islam dipersekusi. Dengan tuduhan anti Pancasila. Dan kalau sudah ditangkap tidak diadili saudara. Perppu ini adil tidak? Tidak. Perppu yang Pancasila tidak? Tidak,” pungkasnya. (Artikel terkait > 29 September 2017 > Peristiwa: Massa Aksi 299 Tak Kalah Banyak dari Aksi 212, Dikawal Pasukan Asmaul Husna) *borneonusantaratime/teropongsenayan



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *