Ustadz Maslihan: Penegak Hukum Supaya Menyembelih Keinginan Memperjualbelikan Hukum


Khatib--Maslihan-Salat-Ied-2017-1438H
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Para aparat penegak hukum; hakim, jaksa, advokat/pengacara  dingatkan agar menghentikan praktik jual-beli hukum.”

PERNYATAAN tersebut merupakan bagian dari khotbah Drs.H.Maslihan Saifurrozi, SH., MH., saat bertindak selaku Khatib Salat Idul Adha 1438 H, Jumat (1 September 2017) di lapangan Jl.Rahadi Oesman, depan Balaikota Pontianak di hadapan ratusan ribu jamaah salat Idul Adha.

Disampaikan kepada para aparat penegak hukum yang dirincinya adalah hakim, jaksa, advokat/pengacara dan polisi, berkurbanlah dengan menyembelih keinginan untuk memperjualbelikan hukum. Hindari mafia peradilan dan mafia kasus, jauhkan diri dari prilaku suap-menyuap (sogok-menyogok).

Khatib Maslihan mengingatkan: “Junjung tinggi keadilan dalam menyelesaikan perkara. Berilah putusan yang adil, pasti dan memenuhi asas manfaat, karena putusan tersebut dipertanggungjawabkan kepada manusia dan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu irah-irah kepala putusan memakai ‘Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa’

(Artikel terkait > 2 September 2017 > Agama: Khutbah Idul Adha di Pontianak; Para Pemimpin Diminta Menyembelih Sifat Kebinatangan yang Ada pada Diri Mereka)

Sebelumnya H.Maslihan juga menekankan kepada para pengusaha dan pedagang, agar berkurban dengan menyembelih sifat-sifat curang, tidak jujur seperti; mengurangi timbangan atau curang dalam takaran yang merupakan menipu dan memperdaya pembeli.

“Jangan meminjamkan uang dengan maksud mengambil bunganya, karena hal tersebut (riba) dilarang oleh Allah SWT,” tegasnya. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *