Pelesetkan fam Aidid jadi Aidit (tokoh PKI), Habib Annas Al’Aidid Polisikan Jonru


Jonru Ginting (foto profil FB ybs.)Jonru Ginting (foto profil FB ybs.)
[ A+ ] /[ A- ]

Empat-Tahun-Tetap-Bersama-borneonusantaratime

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Al’Aidit adalah salah satu  fam (marga) yang ada pada keturunan Arab Ba’Alawi, sedangkan Aidit nama tokoh ex PKI. Muannas Al’Aidid – kader Nasdem, tak terima fam Al’Aidit dipelesetkan jadi Aidit, maka Jonru pun dipolisikan.”

TAK terima namanya dipelesetkan dengan nama DN Aidit – tokoh  partai (PKI) yang sudah dibubarkan pemerintah setengah abad silam itu, Muannas Al Aidid melaporkan Jonru Ginting ke Polda Metro Jaya. Jonru sendiri sebenarnya adalah seorang aktivis Muslim.

Namun Jonru yang menyebut Habib Annas Al’Aidid dengan sebutan “Si Aidit” , yang sedianya didengar keterangannya pada Senin (25 September 2017) tidak memenuhi panggilan, maka penyidik mengagendakan pemanggilan kembali pekan depan.

“Jonru akan diagendakan kembali (pemeriksaannya), karena tidak datang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya – Kombes  Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Senin (25 September 2017).

Pengacara Jonru, Djudju Purwantoro mengaku heran dengan pelaporan yang dilakukan tersebut. Dia mempertanyakan motif pelaporan Muannas atas kliennya.

“Tidak apa dilaporkan seratus kali. Kenapa dia tidak laporkan Viktor Laiskodat, kenapa dia tak laporkan Ade Armando, dan tak laporkan penghina Gubernur NTB,” kata Djudju ketika dihubungi, Jumat (22 September 2017), dikutip dari detikcom

“Kenapa yang dilaporkan Jonru terus. Ada sentimen apa?” sambung Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bang Jawara dan Pengacara (Japar) itu.

Dia mengatakan, pihaknya akan menunggu saja. Menurutnya, melapor ke polisi ialah hak dari setiap orang. Namun Djudju kembali mempertanyakan pelaporan tersebut.

“Kita wait and see saja. Memang hak seseorang untuk laporkan siapa pun. Cuma pertanyaan kita, kenapa tendensius sekali? Ada apa?” ujarnya.

Djudju menilai Jonru jengkel karena kerap dipojokkan oleh Muannas. Namun dia tak menyebutkan hal memojokkan yang dimaksudnya.

Dia mengatakan, kondisi itu membuat Jonru merespons dengan memelesetkan nama Muannas. Meski demikian, Djudju mengatakan hal itu sebuah becandaan.

“Kalau Jonru postingannya tidak baik, pikirannya tak baik, masyarakat tidak akan peduli dan suka dengan pemikiran Jonru. Dan kalau dia tidak bagus mungkin sudah ditinggalkan oleh follower-nya. Nah, Muannas ini kan sering memojokkan yang bersangkutan, sehingga balasannya, Jonru bercanda seperti itu,” ujarnya.
“Becandaan saja itu, tidak serius,” imbuh Djudju.   *borneonusantaratime/detikcom/berbagai sumber



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *