Lagi-lagi Ustadz yang Ditangkap, Kali ini yang Vokal Menyuarakan Bahaya Laten PKI. Divonis Bebas tapi Ditangkap Lagi, Sisi Kemanusiaan Polisi Dipertanyakan


Ustadz Alfian TanjungUstadz Alfian Tanjung
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Setelah divonis bebas oleh hakim, ustadz yang vocal menyuarakan bahaya laten PKI ini, tak bisa menemui ibunya yang renta, karena langsung ditangkap lagi. Mengapa?”

ADALAH Ustadz Alfian Tanjung yang kini ditahan di Mako Brimob Kelapadua – Depok, setelah polisi langsung menangkapnya seusai diputus bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Situasi itu membuatnya gagal menemui ibunda yang kini tengah sakit.

Abdullah Al Katiri, Ketua Tim Advokasi Ustadz Alfian Tanjung mengatakan, bahwa Alfian sudah dinyatakan bebas oleh PN Surabaya, Rabu (6 September 2017)  terkait tuduhan ujaran kebencian terhadap ras atau etnis. Namun kemudian, Alfian kembali ditangkap dan ditahan dengan kasus yang hampir sama, ditangani Polda Metro Jaya.

“Kami juga kaget dengan adanya penangkapan dan penahanan ini. Padahal, Ustadz Alfian berkeinginan untuk menemui ibunya yang sudah berusia 80 tahun dan sedang sakit di Tangerang pada hari ini,” ungkap Abdullah Al Katiri melalui pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net, Kamis (07 Seiember 2017).

Abdullah Al Katiri menyebut, bahwa keinginan ustadz untuk menemui ibunya yang tengah sakit itu muncul setelah dibacakannya putusan sela yang menyatakan Ustadz Alfian bebas.

“Namun nyatanya Allah berkehendak lain. Dengan adanya penangkapan ini, kami mempertanyakan sisi kemanusiaan Polisi, mengapa seorang Ustadz yang sangat vokal menyuarakan bahaya laten kebangkitan PKI & komunisme itu tidak diberi kesempatan untuk bertemu ibunya,” ungkap Al Katiri.

Kronologi Penangkapan Alfian Tanjung

Abdullah Al Katiri menyeritakan penangkapan Ustadz Alfian oleh Polda Jatim atas permintaan Polda Metro Jaya.

“Ustadz Alfian Tanjung pada Rabu (06 Sept 2017) mendapat putusan bebas dari majelis hakim, namun belum boleh langsung pulang, tapi harus kembali ke Lapas terlebih dahulu. Kami dari advokat mengurus masalah administrasi dengan kejaksaan, kepolisian, dan Ka Lapas. Namun memang dipersulit, sehingga baru pada jam 18.00 urusan bisa selesai,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net.

“Lalu, malam setelah urusan administrasi selesai, dan Ustadz diperbolehkan keluar dari Lapas. Namun di luar lapas sudah banyak polisi yang berjaga, dan langsung menangkap dan menahan Ustadz Alfian untuk selanjutnya dibawa ke Polda Jatim,” lanjutnya.

Malamnya sekitar jam 22.00, tutur Abdullah Al Katiri, Ustadz Alfian diberangkatkan dari Surabaya menuju Jakarta. Tim advokasi di Jakarta sudah menunggu di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng), untuk bersama-sama ke Polda Metro Jaya guna mengawal dan mendampingi Ust. Alfian Tanjung yang akan diperiksa di Reskrimsus Polda Metro Jaya.

“Tim Advokasi dan puluhan awak media sudah menunggu Ustadz Alfian di Reskrimsus Polda Metro Jaya. Ternyata pada jam 01.05, Tim Advokasi mendapat informasi dari Iqbal – anak  Ustadz Alfian, bahwa ayahnya dibawa ke Mako Brimob,” tutupnya. *borneonusantaratime/kiblatnet

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *