FPI: Kebangkitan Komunis di Indonesia Nyata


Ketua FPI-KH Ahmad Shabri LubisKetua FPI-KH Ahmad Shabri Lubis
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Ketua Front Pembela Islam (FPI), KH. Ahmad Shabri Lubis mengatakan, kebangkitan komunis di Indonesia sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Dia juga membenarkan bahwa acara yang digelar di YLBHI beberapa waktu lalu adalah acara PKI.”

IA mengatakan bahwa kegiatan mereka di YLBHI semakin menunjukkan keseriusan gerakan tersebut dan sudah membuat persiapan-persiapan.

“Untuk kebangkitan komunis di Indonesia, itu sudah jelas nyata, sudah tidak bisa dipungkiri lagi, tidak bisa dibilang itu hanya isu dan yang lainnya. Ini sudah jelas terang benderang,” katanya usai acara Gerakan Indonesia Sholat Subuh Nasional di Masjid At-Tin, Rabu (27 September 2017), dikutip dari kiblatnet.

“Apalagi kita lihat bagaimana ternyata pemerintah membiarkan terkesan membiarkan acara PKI tersebut dan ingin menghapus sejarah hitam mereka kepada bangsa Indonesia,” tambahnya.

Petinggi FPI itu juga mengingatkan kepada umat Islam untuk merapatkan barisan dalam menghadapi problematika yang terjadi saat ini terkait dengan PKI.

“Untuk itu kita wajib merapatkan barisan dan kita wajib menunjukkan kembali kebulatan tekad bangsa Indonesia, tidak ada tempat bagi PKI di bumi Indonesia karena negara Indonesia merupakan negara Pancasila,” tuturnya.

Dia pun mengatakan bahwa pihaknya beberapa tahun terakhir telah memantau indikasi-indikasi gerakan komunisme di Indonesia dan telah menyerahkan bukti-buktinya kepada instansi terkait.

“Sudah lama kami memantau, dari beberapa tahun yang lalu kami sudah membuat kajian untuk menghimpun berbagai macam indikasi-indikasi kebangkitan PKI di Indonesia. Itu ada sekitar 800 halaman sudah kami serahkan ke Presiden dan Mabes Polri, juga ke Pangkostrad, Mabes TNI. Kami sudah sampaikan ke semua instansi yang berkaitan dengan kebangkitan PKI,” ujarnya.

“Masalahnya, tidak ada pembulatan tekad dari pemerintah untuk mencegah itu (kebangkitan PKI),” tambahnya.*borneonusantaratime/kiblatnet



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *