Dan Bang Midji pun Menghitung Puntung


Walikota Pontianak, H.Sutarmidji,SH,M.Hum (ilustrasi bnt)Walikota Pontianak, H.Sutarmidji,SH,M.Hum (ilustrasi bnt)
[ A+ ] /[ A- ]

Empat-Tahun-Tetap-Bersama-borneonusantaratime

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Walikota Pontianak – H.Sutarmidji, melantik 222 Aparatur Sipil Negara (ASN) baru-baru ini, namun ada hal lain yang menarik dibalik acara pelantikan tersebut.”

DALAM kegiatan yang diselenggarakan bertempat di aula Sultan Syarif Abdurrahman – Balai Kota, Kamis (14 September 2017) itu, Walikota Sutarmidji mengambil sumpah dan janji 222 ASN di lingkungan  Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Mereka merupakan hasil seleksi penerimaan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) kali pertama.

Tes ini, kata Sutarmidji dalam sambutan pelantikan, dilakukan secara online. Artinya, mereka diterima secara murni dan tidak perlu diragukan. Sebagian ada pula yang berasal dari tenaga honorer K2.

Sebagai ASN yang mendapat amanah, Bang Midji – demikian dia biasa disapa, meminta mereka menjalankan tugas dengan baik dan terus melakukan inovasi serta berprestasi. Sebab ke depan eranya kompetisi karena prestasi, bukan karena kedekatan ataupun senioritas. “Silakan buat prestasi sebanyak-banyaknya. Pahami aturan-aturan kepegawaian dan laksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” pesannya.

Di sela acara pelantikan wajah baru di lingkungan Pemkot Pontianak tersebut, Bang Midji kembali menyampaikan kebijakan yang controversialnya, yaitu imbauan keras beberapa waktu sebelumnya kepada para pejabat eselon untuk tidak merokok.

Walikota Pontianak dua priode itu minta kepada 222 ASN yang dilantiknya untuk acung jari bagi yang masih merokok, 15 diantaranya angkat tangan dan disuruh maju. Ketika ditanya, rata-rata mereka mengaku menghabiskan antara 12 – 15 batang rokok sehari.

Walikota Pontianak, Sutarmidji, di acara pelantikan 222 ASN 14 Sept 2017 (foto:humas pemkot ptk)

Walikota Pontianak, Sutarmidji, di acara pelantikan 222 ASN 14 Sept 2017 (foto:humas pemkot ptk)

“Saudara sanggup tidak untuk berhenti merokok, kalau tidak maka akan menjadi catatan tersendiri ketika Saudara akan dipromosikan menduduki jabatan,” ujarnya. Dia tak ingin ASN Pemkot Pontianak tidak produktif lantaran banyak waktu terbuang untuk merokok di saat jam kerja.

Memang, Bang Midji sendiri yang tak merokok sejak muda itu, berhasil membuat seluruh pejabat eselon di lingkungan pemerintahan yang dipimpinnya berhenti merokok.

Sutarmidji mengakui, dirinya tidak melarang ASN merokok, namun dia mengingatkan, bahwa tuntutan kerja seorang aparatur itu adalah 37 jam per minggu.

Andaikata seorang ASN merokok 12 – 15 batang rokok dalam sehari, hitungnya, bila sebatang rokok memakan waktu 6 menit, berarti totalnya 90 menit. Sembilan puluh menit itu sama dengan 1,5 jam dikalikan 5 hari kerja totalnya 7,5 jam. Waktu sedemikian lama, belum lagi terbuang hanya untuk hilir mudik keluar ruangan kerja mencari tempat merokok.

Dalam sepekan waktu yang dihabiskan untuk merokok mungkin sekitar 10 jam. Berarti waktu efektif yang digunakannya untuk bekerja hanya 27 jam. “Ini yang membuat ASN tidak produktif. Kurangi, atau lebih baik berhenti merokok supaya tetap hidup sehat. Nanti mau saya beri sertifikat bagi mereka yang bisa berhenti merokok. Itu bakal menjadi kondite dia,” janjinya.

 Kontroversi ihwal Larangan Merokok oleh Walikota Pontianak – Sutarmidji, pernah juga ia lontarkan akan menyabut beasiswa anak berprestasi – apabila  orangtuanya perokok. Bahkan sanksi tambahan, kalau orangtuanya itu Aparatur Sipil Negara  apa pun jabatan  dan pangkatnya – tapi masih merokok, dirinya tak segan-segan memberi sanksi tambahan, mutasi.

“Tak ada urusan, itu itikad baik saya. Rokok itu pembunuh berproses. Jangan sampai kebiasaan merokok menular dan membahayakan kesehatan anak-anak kita,” katanya.(Artikel terkait > 28 Maret 2016 > Kiprah : Tak Ada Urusan, Rokok Tetap Diharamkan Walikota Sutarmidji).

Kontroversi pun bermunculan di tengah warga kota dengan menyebut walikota dua priode ini ‘melanggar hak azasi’, tapi tak sedikit juga yang mendukung – terutama dari kalangan perempuan. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *