Sering Ditiduri Tak Kunjung Dinikahi, Tata Polisikan Pak Walikota ini


Destya Purna Panca (Tata) saat berlibur di Maldive (instagram Destiana Talita)/jpnnDestya Purna Panca (Tata) saat berlibur di Maldive (instagram Destiana Talita)/jpnn
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Persoalan asmara tanpa status berujung pada meja polisi, karena Pak Walikota yang satu ini tak kunjung menepati janji untuk menikahi pelapor secara siri.”

 PELAPORNYA adalah model seksiDestiya Purna alias Destiara atau akrab disapa Tata. Terlapor,  Walikota terpilih Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), Adriatma Dwi Putra (ADP). 

ADP tercatat sebagai terlapor di Polda Metro Jaya (PMJ), Selasa (8 Agustus) malam.

Tata menuding ADP telah melakukan pencemaran nama baik dan atau penghinaan (pasal 310, 311, dan atau pasal 315 KUHP).

Laporan dari model kelahiran Jakarta 23 Desember 1988 ini, tercantum dalam LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Tanggal 08 Agustus 2017.

Kasus ini bermula dari perkenalan ADP dan Tata pada tahun 2016 silam, hingga berbuntut kepada hubungan khusus.

Pada Juni 2017, ADP berjanji akan menikahinya secara siri. “Harapannya agar hubungan kami sah di mata agama,” ujar Tata di Mapolda.

Termakan janji tersebut, Tata pasrah. Termasuk ketika melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Dia pun memperlakukan ADP layaknya seorang suami, meski pernikahan siri yang dijanjikan belum terlaksana. “Waktu itu saya percaya bahwa nantinya pernikahan siri akan terjadi,” kata Tata.

Janji tinggal janji. Menurut Destiya, ADP sulit dihubungi selama Juli kemarin. “Terkesan menghindar, saya mulai panik,” kata Tata.

Bukan tanpa alasan Tata merasa panik. Sebab, pada 14 Juni 2017, dia mengaku masih berhubungan badan dengan ADP di Hotel Marina Bay Sand, Singapura.

Namun, Dia mulai takut berbadan dua. Pada 8 Juli 2017, Tata kembali mencoba menghubungi ADP. “Saya ingin bicara baik-baik, menanyakan kelanjutan hubungan ini sekaligus menagih pernikahan siri yang dia janjikan,” jawabnya.

Lagi-lagi, ADP tidak merespons. Baru pada 9 Juli 2017 ADP menghubungi Tata. Sayangnya, ADP bukan memberikan solusi terbaik untuk hubungan mereka, namun justru memaki-maki dengan ucapan kotor. “Semua saya rekam di ponsel,” imbuh Tata.

Djournal Coffe di Sini Saja

Tak kuat dengan perlakuan tersebut, didampingi dua sahabatnya Destiya akhirnya memilih menempuh jalur hukum, melaporkan kasusnya ke PMJ.

“Sebagai perempuan, martabat saya direndahkan,” pungkas Tata. *borneonusantaratime/jpnn



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *