Lahan Hak Milik Dikuasai Perusahaan Sawit, Cari Keadilan lewat Perkum Bakum


Perkum-Bakum
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Basrianto mendatangi Kantor Perkumpulan Bantuan Hukum  (Perkum Bakum) Kalimantan Barat di Pontianak, terkait penyerobotan lahan miliknya oleh sebuah perusahaan perkebunan  sawit.”  

PRIA 39 tahun itu ke Kantor Perkum Bakum, Senin (14 Agustus 2017), untuk minta bantuan terkait dugaan penyerobotan lahan miliknya oleh PT. Mitra Aneka Rezeki di Desa Air Putih –  Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

Diungkapkan oleh Humas Perkum Bakum Kalbar  – Abdul  Muhid, bahwa kedatangan Basrianto ke kantornya  adalah untuk meminta bantuan hukum terkait kasus penyerobotan lahan milik ybs.

“Diduga dilakukan oleh PT. Mitra Aneka Rezeki yang terletak di Desa Air Putih Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya,” ujarnya.

Kronologis kasusnya, bahwa tanah dimaksud merupakan milik Jasman (alm) dengan sertipikat hak milik tahun 1982.  Jasman menjual tanah tersebut kepada ayahnya yang bernama Muhammad Ali (alm) pada tahun 1988.

Pada tahun 1995 Muhammad Ali  mewariskan tanah tersebut kepada Basrianto.

Pada tahun 1995 itu pula, papar Muhid, Basrianto bekerjasama dengan kelompok tani Mitra Bahagia yang dibentuk oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Kubu Raya (dulu Kabupaten Pontianak), dengan jaminan sertipikat tanah miliknya tersebut,”

Sebelum membuahkan hasil dari kerja sama dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Kubu Raya melalui kelompok tani Mitra Bahagia, tanpa sepengetahuan Basrianto, tanahnya sudah menjadi perkebunan kelapa sawit milik PT. Mitra Aneka Rezeki.

Basrianto  menyebut, berdasarkan keterangan pihak PT. Mitra Aneka Rejeki, lahan tersebut sudah dikerjasamakan oleh orang yang bernama Muhklas berdasarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Kepala Desa yang bernama Murjani. Sementara Muhklas mengaku bahwa lahan itu dibelinya dari Murjani yang saat itu menjabat sebagai Kepala Desa Air Putih.

Mendapati fakta demikian, tanggal 17 April 2017 Basrianto melaporkan penyerobotan lahannya kepada Polsek Kubu Raya. Menurut pihak Polsek Kubu Raya, bahwa untuk membuktikan bahwa lahan tersebut punya Basrianto harus mendatangkan saksi ahli dari BPN (Badan Pertanahan Nasional)

Kepada pihak Perkum Bakum Kalbar, Basrianto berharap agar pelakunya segera ditangkap dan mendapatkan ganti rugi dari pelaku yang telah menggelapkan tanahnya tanpa sepengetahuan dirinya. Sayangnya tak diungkapkan, berapa luas lahan dan nomor hak serta tanggal/tahun sertipikat dikeluarkan. *borneonusantaratime

*editor: effazola

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *