Golkar Mulai Terbakar (Lagi), Sang “Papa Minta Saham” Diserukan Mundur


Ilustrasi (detikcom)Ilustrasi (detikcom)
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Masih terasa panas adanya konflik internal Partai Golkar antara hasil Munas Bali vs Munas Ancol serta Munas Riau yang berislah di rumah dinas sesepuh Golkar, Jusuf Kalla pada awal 2016, saat ini mulai terasa panas lagi.”

KALI INI  terkait ditetapkannya Setiya Novanto (Setnov) sebagai tersangka dalam kasus mega skandal korupsi e-KTP. Status Tersangka sejak 17 Juli 2017 sang Ketua Umum yang pernah kelimpungan dengan julukan  “papa minta saham” itu, dinilai  Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) telah merontokan kepercayaan publik terhadap partai berlambang pohon beringin ini.

Dua hari setelah Novanto ditetapkan sebagai tersangka, dikutip borneonusantaratime dari detikcom, GMPG yang dimotori Ahmad Doli Kurnia pun, menyerukan dilakukannya pergantian ketua umum. Sebab, dia menilai kasus e-KTP yang menyeret Novanto telah menggerus kepercayaan publik terhadap Golkar.

Empat hari kemudian, 23 Juli 2017, GMPG menemui mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Doli ditemani koleganya sesama anak muda, seperti Sirajuddin Abdul Wahab, Mirwan Vauly, Samsul Hidayat, Syamsul Rizal, Almanzo Bonara, Ahmad Andi Bahri, Riska Puja Putra, dan Arif Rahman. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar itu pun menerima dengan baik anak-anak muda itu.

Pada 8 Agustus 2017, Ahmad Doli Kurnia bersama sejumlah politikus muda beringin mendeklarasikan #GolkarBersih. Gerakan #GolkarBersih ini mendapat dukungan dari Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto.

Titiek juga mendukung GMPG, yang meminta Novanto mundur dari jabatan Ketum Golkar. Tak berhenti di situ. GMPG mempersoalkan pertemuan Novanto dengan Ketua MA Hatta Ali saat sama-sama menjadi penguji sidang doktoral di Universitas 17 Agustus, Surabaya.

Ahmad Doli Kurnia menegaskan GMPG sungguh-sungguh meminta Novanto mundur.

“Masa depan Golkar saat ini terancam sangat serius dengan terlibatnya Setya Novanto yang saat ini sebagai ketua umum dalam kasus megaskandal korupsi e-KTP. Citra Golkar saat ini sangat buruk sekali,” kata Doli kepada detikcom, Selasa (22/8/2017).

Dia mengaku mendapat dukungan dari sejumlah kader, tokoh, dan senior Partai Golkar, baik di tingkat pusat maupun daerah. GMPG pun sudah menginventarisasi nama-nama yang sepakat dengan wacana pergantian Ketua Umum Golkar.

“Saat ini setidaknya sudah ada 34 nama yang kami rilis, termasuk Mbak Titiek Soeharto,” kata Doli.

Ketua DPP Golkar Yahya Zaini menyebut manuver Ahmad Doli Kurnia dan GMPG tersebut tak berpengaruh sama sekali terhadap partai. Pengurus pusat, daerah, maupun kader Golkar tetap solid.

Kehadiran pengurus DPD I se-Indonesia saat silaturahmi dengan pengurus DPP pada Minggu, 23 Juli 2017, di Hotel Sultan, Jakarta, menjadi bukti bahwa kader Golkar saat ini dalam keadaan solid.

"Masih terasa-rasa panasnya"

“Masih terasa-rasa panasnya”

“Kekuatan Golkar itu ada di daerah, karena daerah representasi dari pemegang kedaulatan partai. Konsolidasi organisasi di daerah terus berjalan. Mereka semua bekerja memajukan partai, memperkuat basis di akar rumput, membuat kegiatan-kegiatan prorakyat,” kata Yahya Zaini.

Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Ace Hasan Syadzily menguatkan pernyataan Yahya. “Secara struktural, kalangan internal Partai Golkar, baik di DPP Partai Golkar, Dewan Pakar, Dewan Pembina, maupun Dewan Kehormatan, masih solid. Demikian juga dengan DPD Partai Golkar tingkat provinsi, kabupaten, dan kota masih menunjukkan soliditas,” kata Ace. *borneonusantaratime/detikcom



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *