Beli Hewan Qurban yang Berlabel Sehat. Jangan Pakai Kantong Kresek Warna Hitam, Ini Bahayanya:


kambing-logo
[ A+ ] /[ A- ]

Kesehatan itu Mahal

 Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Dibanding tahun-tahun terdahulu jelan g Idul Fitri maupun Idul Adha,  pasokan kambing ke Kalbar khususnya untuk Kota Pontianak dari Jawa agak berkurang kali ini, namun harga tetap standar.”

KENDALANYA menurut kalangan pedagang kambing di kota ini, karena gelombang besar sejak menjelang Idul Firi hingga hingga Idul Adha 1438 Hijriah ini, sedangkan pasokan kambing dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur atau dari NTB.

 Dari pantauan borneonusantaratime biasanya angkutan dengan menggunakan perahu layar, namun lantaran gelombang besar terpaksa pengiriman dengan menggunakan kapal laut (kapal motor).  Sebenarnya bila menggunakan perahu layar, pemasok cukup mengirim hewan dari daerah asal dengan membayar biaya angkut, dan setiba di tempat tujuan diambil sendiri oleh pemesa, pedagang hewan ternak (kambing).

 Namun bila menggunakan kapal dialami  oleh pemasok maupun pemesan di daerah, birokrasi yang bertele-tele harus dihadapi. Selain ongkos angkut, juga perlu tenaga  pengurusan kesehatan hewan di perjalan di atas kapal, sedikitnya 6 orang untuk sekitar 100 kambing. Nah, jika birokrasinya  berlama-lama masuk karantina Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat, maka akan ada biaya ekstra para tenaga penjaga hewan dalam perjalanan setibanya di kota tujuan. Biaya penginapan dan makan/minum berhari-hari dan sebagainya menjadi beban tambahan pula bagi pemesan, sementara harga tetap standar.

 Di Pontianak saja akibat gelombang laut yang lumayan besar  dan benturan birokrasi yang panjang,  untuk Idul Fitri yl. dan Idul Adha 1438H, Jumat  (10 Zulhijah 1438 H) bertepatan dengan 1 September 2017 persediaan kambing pesanan di daerah tidak  terpenuhi cukup. Namun harga tetap standar seperti Idul Adha tahun-tahun lalu, Rp.2,5 juga per-ekor kambing qurban.

 Disarankan untuk membeli hewan qurban baik kambing maupun sapi – yang  sudah ditandai dengan pening atau label oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) daerah setempat, sebagai tanda hewan tersebut sehat dan layak jual untuk konsumsi. Pemeriksaan hewan layak jual oleh pihak Disnakeswan tsb. dengan fasilitas pemeriksaan, pemberian obat, dan penyuntikan, secara cuma-cuma.

 Jual-Kambing

Awas! Inilah Bahaya Kantong Kresek Warna Hitam

 Di lain pihak, diminta agar panitia atau penyelenggara penyembelihan hewan qurban tidak membungkus daging dengan kantong kresek warna hitam.

 Pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga instansi terkait di daerah-daerah seperti Dinas Kesehatan dan atau BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan), tak jemu-jemu mengingatkan, bahwa kantong kresek yang berwarna hitam, mengandung racun berbahaya bagi kesehatan dalam masa berproses! Sangat berbahaya kantong kresek hitam untuk makanan yang disimpan atau dibungkus di dalamnya.

Diingatkan supaya jangan belanja dan tidak boleh barang pangan – baik makanan maupun minuman dikemas dengan kantong plastik lebih-lebih yang berwarna hitam. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha ini, jangan sekali-kali membungkus daging dengan kantong plastik terutama yang berwarna hitam.

Tidak masalah jika dibungkus lebih dulu dengan bahan lain seperti plastik transparan atau daun pisang, baru kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik,  jadi tidak langsung dimasukan begitu saja ke kantong plastik berwarna.

Mengapa? Kantong kresek berwarna terutama yang hitam, kebanyakan merupakan hasil daur ulang. Riwayat penggunaan sebelumnya diketahui merupakan bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat dan lainnya.

Kantong kresek hitam "hasil daur ulang macam2 limbah"

Kantong kresek hitam “hasil daur ulang macam2 limbah”

 

Jadi makanan yang dibeli, BPOM menegaskan, jangan bersentuhan langsung dengan kantong kresek. Kecuali makanan itu dilapisi dulu dengan kantong transparan, baru dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam atau warna lainnya, tidak apa-apa.

Diingatkan pula, kantong plastik bisa saja mengandung logam berat. Memang tidak berdampak langsung, tapi berdampak di kemudian hari atau berperoses macam-macam penyakit. Terutama  bisa menyebabkan penyakit autis, maka terutama ibu-ibu yang sedang hamil harus mewaspadai ini, *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *