Awas! Hina Presiden Jokowi di Medsos, Bisa Bernasib seperti Perempuan Ini


Sri Rahayu NingsihSri Rahayu Ningsih
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy - Copy“Pemilik akun Facebook kembali berurusan dengan polisi karena menebar konten berbau suku agama ras dan antargolongan (SARA). Kali ini seorang perempuan, Sri Rahayu Ningsih alias Sasmita.”

PEREMPUAN asal Lampung berusia 32 tahun itu ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di Desa Cipendawa – Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (5 Agustus 2017) dinihari, jam 01.00.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri – Brigjen  Fadil Imran menjelaskan, modus yang digunakan pelaku dengan cara mendistribusikan puluhan foto dan tulisan melakui akun Facebook berkonten SARA terhadap suku Sulawesi dan ras China, penghinaan terhadap Presiden Jokowi, partai, ormas dan kelompok tertentu.

“Juga penghinaan terhadap presiden, penghinaan terhadap berbagai partai, ormas dan kelompok,” kata Fadil,

“Barang bukti yang disita adalah, 4 buah HP berbagai merek, 1 buah flashdisk, 3 buah sim card, 1 buah buku berisi email dan password, 1 buah jaket, 2 kemeja dan 1 buah kaos sesuai foto di Facebook,” kata Fadil melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone, Minggu (6 Agustus 2017).

Fadil menambahkan, sebelumnya polisi meminta keterangan ahli bahasa untuk memastikan bahwa konten yang diposting itu dilarang.

Tersangka dijerat pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU nomor 1- tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau pasal 16 juncto pasal 4 b ayat 1 UU nomor 40 tahun 2006 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Tindak lanjut dalam proses penyidikan oleh Dit Tipidsiber Bareskrim Polri,” ucap Fadil.

Fadil mengingatkan, Polri akan terus memonitor secara intensif perkembangan dunia media sosial. Polri tidak segan menegakkan hukum kepada pelaku hatespeech (ujaran kebencian) ujaran dan hoaks.

Sejauh ini, diungkapkan Fadil, Satgas Siber Bareskrim telah melakukan penangkapan sebanyak 12 tersangka dalam kasus serupa dengan modus yang berbeda dalam medio waktu dua bulan terakhir. *borneonusantarartime/postmetro/okezone

 

 



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *