Sultan Pontianak Dinobatkan oleh Sultan Palembang, Inilah Titah Penobatan yang Menggetarkan Hati dan Mengharukan


Sultan Palembang Bacakan Titah Penobatan
[ A+ ] /[ A- ]

Logo-BNT-Baru-2016 - Copy“Dengan menyebut asma Allah,  Pangeran Seri Mahkota Maharaja – Syarif Machmud Melvin Alqadrie dinobatkan oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Kesultanan Palembang Darussalam untuk meneruskan tahta Kerajaan Qadriyah – allahyarham Sultan Pontianak VIII, Seri Maulana Sultan Syarif Abubakar Alqadri, ayah kandung Putra Mahkota Qadriyah ini.”

 SULTAN Syarif Abubakar Alqadrie bin Syarif Machmud Alqadrie bin Sultan Muhammad Alqadri wafat pada Jumaat (31 Maret 2017).

Syarif Machmud Melvin Alqadrie gelar Pangeran Ratu Agung,  dinobatkan menjadi Seri Mahkota Maharaja dengan Titah Penobatan Maulana Seri Sultan Syarif Abubakar Alqadri dalam ritual adat “Junjong Kurnie” penabalan para Pangeran Kerajaan Qadriyah, 24 Oktober 2015.

Kemudian Titah Penobatan Sultan Pontianak IX bagi Pangeran Agung Seri Mahkota Maharaja Syarif Machmud Melvin Alqadrie, dilakukan pada hari Sabtu (15 Juli 2017) pagi.  Penobatan dilakukan oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Kesultanan Palembang Darussalam bertempat di serambi depan Istana Qadriyah – di pelataran “tangga 9”.

Bahwa tatacara penobatan, diriwayatkan sebagaimana dilakukan  pada penobatan Sultan Syarif Abdurachman Alqadri, pendiri Kota Pontianak 246 tahun silam.

Atas nama Kerajaan Qadriyah – Pontianak, Titah Penobatan diserahkan oleh Permaisuri Ratu Laila Perdana Agung kepada Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Kesultanan Palembang Darussalam untuk menobatkan Sultan Qadriyah IX – Seri Mahkota Maharaja Pangeran Ratu Agung Syarif Machmud Melvin Alqadrie bin Sultan Syarif Abubakar Alqadrie bin Syarif Machmud Alqadrie bin Sultan Syarif Muhammad Alqadrie.

Kemudian Titah Penobatan pun dibacakan oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin di hadapan Putera Mahkota Syarif Machmud Melvin Alqadrie, SH yang didampingi isteri – Ratu Mas Agung Nina Widi Astuti, SE dan adik kandung Putera Mahkota – Pangeran Mas Perdana Agung Muda Syarif Febriansyah Alqadrie, S.Kom.

Inilah prosesi penobatan yang menggetarkan hati, karena pandainya Sultan Iskandar Mahmud Badarudin membacakan Titah Penobatan dengan intonasi suara bak gelombang yang meninggi dan menurun melalui pengeras suara yang membahana di radius kawasan Istana Qadriyah, sehingga banyak yang berlinang air mata haru dan bahagia.

Sesaat jelang penobatan, Putera Mahkota Syarief Machmud Melvin Alqadrie diapit isteri - Ratu Mas Agung Nina Widi Astuti, dan Permaisuri Ratu Laila Perdana Agung. Paling kiri, Pangeran Mas Perdana Agung Muda Syarif Febriansyah Alqadrie.

Sesaat jelang penobatan, Putera Mahkota Syarief Machmud Melvin Alqadrie diapit isteri – Ratu Mas Agung Nina Widi Astuti, dan Permaisuri Ratu Laila Perdana Agung. Paling kiri, Pangeran Mas Perdana Agung Muda Syarif Febriansyah Alqadrie.

Penyerahan Titah Penobatan oleh Permaisuri Ratu Laila Perdana Agung:

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAH,  WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WARASUULUH.  

 YANG MULIA,  DENGAN MENGHARAP IZIN, RESTU DAN KERIDHAAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA,  PATIK SERAHKAN KEPADA YANG MULIA; TITAH PENOBATAN PUTERA SULUNG SULTAN SYARIF ABUBAKAR ALKADRIE, UNTUK DINOBATKAN SEBAGAI SULTAN PONTIANAK MENGGANTIKAN ABAHNYA. PATIK PERCAYA PENUH KEPADA YANG MULIA BOLEH MELAKUKANNYA DENGAN AFDHAL SEMPURNA.  MAKA INILAH TITAH PENOBATAN ITU, DAN BACAKANLAH ATAS NAMA PATIK DENGAN KALIMAH LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADURRASUULULLAH;

Titah Penobatan pun Dibacakan oleh Sultan Palembang, Iskandar Mahmud Badaruddin:

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAH LAA SYARIIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUH WA RASUULUH.

 HAMBA SULTAN ISKANDAR MAHMUD BADARUDDIN YANG BERTAHTA DIATAS SINGGASANA KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM, PADA TARIKH 21 SYAWAL 1438 HIJRIYAH BERTEPATAN DENGAN 15 JULI 2017, ATAS NAMA PERMAISURI ALLAHYARHAM SULTAN SYARIF ABUBAKAR ALKADRIE – IBUNDA  RATU LAILA PERDANA AGUNG MENOBATKAN;

 BISMILLAAHIRAHMAANIRAHIIM

ADAPUN KAMI MEMBERITAHU KEPADA SEKALIAN TUAN-TUAN SAYYID, RAJA DAN SULTAN, DAN SEKALIAN ISI NEGERI PONTIANAK INI, PADA HARI INI PADUKA PANGERAN RATU AGUNG SERI MAHKOTA MAHARAJA KITA HALALKAN BERGELAR SERI PADUKA TERAMAT MULIA MAULANA SULTAN SYARIF MAHMUD ALKADRIE YANG BERTAHTA DIATAS SINGGASANA ISTANA KADRIAH KESULTANAN PONTIANAK ;

ALLAHUMMA BIHAQQI SAYYIDINA MUHAMMAD WA AALIYY SAYYIDINA MUHAMMADIN YAA SALAM, SALLIMNA BIHAQQI  SAYYIDINA MUHAMMAD.

 DEMIKAN PEMBACAAN TITAH,  MAKA KEMUDIAN JAGALAH SULTAN DAN NEGERI INI SEHINGGA BERSAMA BERDIRI DIATAS PANJI KEMULIAAN NABI BESAR KITA MUHAMMAD RASULULLAH SHALLALLAAHU’ALAIHI WASALLAM DI YAUMIL AKHIR.

 ALFAATIHAH……….

Disaksikan oleh para Raja/Sultan senusantara dan utusan dari negeri jiran Malaysia dan Berunai Darussalam, serta para undangan lainnya dan halayak (masyarakat) yang memenuhi halaman Istana Qadriyah, maka resmilah Pangeran Ratu Agung Seri Mahkota Maharaja Syarif Machmud Melvin Alqadrie; halal (legal) sebagai Sultan Qadriyah IX yang bertahta di Kota Pontianak yang resmi didirikan oleh moyang-buyutnya Sultan Syarif Abdurahman Alqadrie pada 23 Oktober 1771M. *borneonusantaratime



Komentar anda:

komentar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *